Hidup Muallaf Ini Berubah Seketika karena Kanker Langka, Uluran Tangan Anda Bisa Jadi Mukjizatnya

KUNINGANSATU.COM,- Nana Sudiana warga Tagog, Desa Rambatana Kecamatan Ciniru adalah pemuda muallaf yang memeluk Islam sejak 2021 dan kini sedang menghadapi cobaan hidup yang tidak ringan. Meski tubuhnya diserang penyakit langka, ia tetap berusaha menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Siapa pun yang melihatnya akan melihat sorot mata yang menyimpan pesan kuat bahwa ia tidak ingin menyerah. Tetapi jika diperhatikan lebih dalam, terdapat kesedihan yang perlahan ia sembunyikan di balik sikap tegar yang selama ini menjadi pelindung batinnya.
Sejak ayahnya meninggal dunia, Nana harus mengemban peran sebagai tulang punggung keluarga. Ia tinggal bersama ibunya dan dua adiknya yang masih membutuhkan banyak perhatian. Dalam kurun waktu hampir tiga bulan, keadaan ekonomi keluarga mereka menurun drastis. Dapur rumah sering kali tidak menyala karena keterbatasan bahan makanan. Sang ibu bekerja sebagai buruh serabutan dan hanya menerima penghasilan kecil yang tidak menentu setiap harinya. Kondisi ini membuat beban mental Nana semakin berat, karena ia merasa bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarganya.
Sebelum kondisi kesehatannya memburuk, Nana dikenal sebagai pemuda yang aktif dan rajin. Ia bekerja serabutan dan kemudian menjadi relawan di Yayasan Mukmin Muallaf Ikhlas Madani Indonesia. Ia membimbing para muallaf yang baru mengenal Islam, mengajarkan dasar-dasar ibadah, hingga memberikan dukungan moral bagi mereka yang masih dalam tahap awal mengenal agama. Dalam setiap bimbingan, Nana selalu menunjukkan empati dan kesabaran, seolah ingin membalas jalan terang yang telah ia dapatkan sejak berhijrah.
Namun kondisi fisiknya mulai menurun ketika benjolan kecil muncul di bagian paha kirinya. Awalnya Nana mengabaikan rasa sakit itu karena ia merasa harus tetap bekerja dan membantu ibunya. Tetapi dalam beberapa bulan, benjolan tersebut membesar hingga seukuran buah jeruk bali. Tidak hanya itu, muncul benjolan lain di bagian pinggang belakang yang kini seukuran telur. Perubahan tubuh ini membuatnya semakin sulit bergerak. Ia hanya bisa berjalan beberapa langkah sebelum rasa sakit membuatnya harus berhenti dan beristirahat.
Ketua Yayasan Mukmin, M. Ade S, yang selama ini menjadi ayah angkat Nana, mengungkapkan kondisi terbaru anak didiknya itu. Berdasarkan hasil MRI di Rumah Sakit Arjawinangun, Nana dinyatakan mengidap Myxoid Liposarcoma. Ini adalah kanker langka yang berasal dari jaringan lemak dan paling sering muncul di bagian kaki atau lengan. Kanker ini berkembang perlahan tetapi memiliki risiko menyebar ke organ lain jika tidak segera ditangani.
“Kondisinya cukup memprihatinkan. Benjolan di pahanya sudah besar sekali. Tapi semangatnya tidak pernah padam,” ujar M. Ade S kepada kuningansatu.com, Minggu (16/11/2025).
Menurut M. Ade S, Nana selalu menunjukkan keteguhan sejak pertama kali masuk Islam. Ia bercerita bahwa Nana pernah berkata kepadanya, “Saya tidak ingin jadi beban siapa pun. Saya ingin kuat, saya ingin tetap bermanfaat.” Kalimat itu diucapkan dengan nada lirih, namun mengandung tekad yang kuat. Bahkan ketika tubuhnya semakin lemah, Nana tetap mencoba melanjutkan kegiatan relawan selama ia masih mampu berdiri dan berbicara.
Pihak keluarga juga merasakan betapa besar perjuangan Nana. Ibunya sering kali menangis diam-diam ketika melihat kondisi anaknya yang semakin kurus. Dalam beberapa minggu terakhir, Nana lebih banyak berbaring karena rasa sakit di bagian paha dan pinggang tidak lagi bisa ditahan. Meski demikian, ia tetap berusaha salat walau hanya dalam posisi duduk atau berbaring.
“Nana selalu bilang bahwa dia harus tetap mengingat Allah. Itu yang membuat saya kuat,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan Nana menuju rumah sakit juga tidak mudah. Beberapa waktu lalu, saat harus melakukan pemeriksaan lanjutan, ia memaksakan diri mengendarai motor sejauh lebih dari 50 kilometer menuju Cirebon. Rasa sakit membuat perjalanannya sangat berat. Bahkan ketika pulang, jarak yang ia tempuh hampir mencapai 100 kilometer.
“Saya tidak tahu kalau penyakitnya separah ini,” ucap Nana saat menceritakan kisah itu kepada pembimbingnya. Kalimat itu menjadi gambaran bagaimana Nana selama ini menanggung sakit sendirian tanpa keluhan.
Kini Nana hanya bisa menunggu pemeriksaan lanjutan dan upaya pengobatan yang memerlukan biaya tidak sedikit. Keluarganya sudah tidak mampu lagi menutup kebutuhan sehari-hari, apalagi biaya kesehatan yang sangat besar untuk penyakit langka seperti ini. Meski begitu, Nana tetap memegang prinsip untuk tidak menyerah.
“Saya hanya ingin sembuh. Saya ingin kerja lagi. Saya ingin bantu ibu,” ujarnya pelan, seolah mengumpulkan kekuatan dari sisa tenaga yang tersisa.
Yayasan Mukmin kini berupaya menggalang bantuan bagi Nana. Mereka mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral, doa, dan bantuan materi agar Nana bisa melanjutkan pengobatan dan keluarganya tetap bisa bertahan hidup.
“Kami berharap ada tangan-tangan baik yang tergerak. Setiap rupiah, setiap doa, dan setiap pesan semangat sangat berarti bagi Nana,” kata M. Ade S.
Bagi masyarakat yang ingin membantu perjuangan Nana, bantuan dapat disalurkan melalui Yayasan Muallaf Ikhlas Madani (MUKMIN) dengan nomor rekening Bank BTN 0015501500225094 atas nama MUALLAF IKHLAS MADANI atau langsung kepada keluarga.
Untuk konfirmasi donasi dapat menghubungi nomor whatsapp Ketua Yayasan Mukmin, M. Ade. S 085320422664. Setiap bentuk dukungan akan menjadi cahaya harapan bagi pemuda yang tengah berjuang melawan penyakit langka dan berat ini.***


















