Kemarau Bikin Pasokan Air Menyusut, PAM Siapkan Tangki ke Cigintung

KUNINGANSATU.COM – Musim kemarau mulai mengganggu kelancaran distribusi air bersih bagi warga Perum Cigintung, Kabupaten Kuningan. Debit sejumlah mata air yang menjadi sumber pasokan PAM Tirta Kamuning dilaporkan turun hingga 50 persen. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pengelola air minum daerah itu menerapkan sistem distribusi bergilir hingga menyiapkan suplai air menggunakan kendaraan tangki.

Penurunan debit air tersebut berdampak terhadap kontinuitas pelayanan di wilayah Zona 1 Cabang Keramatmulya, yang mencakup Perum Cigintung. Adapun sumber air yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan berasal dari Mata Air Kopi Bojong, Batunganjut, Curug Mangkok, dan Cijalatong.

Staf Humas dan Komunikasi Publik PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Gery Aditya Pratama, mengatakan kondisi kemarau menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi ketersediaan air baku untuk distribusi kepada pelanggan.

“ Kondisi musim kemarau saat ini berdampak pada menurunnya debit sumber mata air yang dimanfaatkan sampai dengan 50 persen,” ujar Gery, Minggu (25/10/2026).

Di tengah keterbatasan pasokan tersebut, PAM Tirta Kamuning berupaya menjaga pelayanan agar kebutuhan air pelanggan tetap terpenuhi. Namun, pengelolaan sumber mata air juga perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lain, termasuk para petani yang memanfaatkan sumber air tersebut.

Untuk menyiasati berkurangnya debit air, PAM Tirta Kamuning melakukan komunikasi dengan Ketua Forum Warga Perum Cigintung dan perwakilan masyarakat. Komunikasi ini dilakukan untuk menjelaskan kondisi pasokan sekaligus menyampaikan rencana pengaturan distribusi air kepada pelanggan.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah rekayasa distribusi melalui jadwal pergiliran. Dengan skema ini, penyaluran air dilakukan secara bergantian agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih merata di tengah keterbatasan debit sumber air.

Sementara itu, warga yang belum memperoleh suplai saat jadwal distribusi berlangsung akan dibantu melalui pengiriman air menggunakan kendaraan tangki.

Gery mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya maksimal perusahaan dalam mempertahankan pelayanan, meskipun debit air yang tersedia mengalami penurunan cukup signifikan.

“Kami pun berusaha berkomitmen melakukan upaya-upaya maksimal dengan debit yang minimal terhadap pelanggan PAM Tirta Kamuning, khususnya di wilayah Perum Cigintung,” katanya.

PAM Tirta Kamuning menyatakan pengaturan distribusi tersebut tidak bersifat tetap. Pelaksanaannya akan terus dipantau dan dievaluasi bersama warga untuk menyesuaikan pola pelayanan dengan kondisi sumber air serta kebutuhan pelanggan di lapangan.

Selain melakukan monitoring dan evaluasi, perusahaan juga membuka ruang komunikasi bagi pelanggan yang ingin menyampaikan keluhan, masukan, maupun saran terkait distribusi air bersih.

Menurut Gery, komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencari solusi bersama, terutama ketika keterbatasan debit air dan jangkauan pengawasan pelayanan menjadi tantangan dalam menjaga kontinuitas pasokan.

“Kami sangat terbuka berdiskusi untuk menerima masukan-masukan dan saran dari pelanggan,” ujarnya.

PAM Tirta Kamuning juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan Perum Cigintung karena belum dapat memberikan kontinuitas distribusi air secara maksimal dan menyeluruh selama kondisi tersebut berlangsung.

“Kami sampaikan permohonan maaf dan maklum dengan kondisi saat ini kami belum bisa maksimal dalam pelayanan kontinuitas distribusi air secara menyeluruh, khususnya wilayah Perum Cigintung,” pungkas Gery.

Di tengah musim kemarau, pengaturan distribusi bergilir dan bantuan suplai melalui kendaraan tangki menjadi langkah yang ditempuh PAM Tirta Kamuning untuk menjaga pelayanan bagi warga Perum Cigintung. Evaluasi berkala dan komunikasi dengan pelanggan diharapkan dapat membantu penyaluran air berjalan lebih baik sesuai kondisi debit sumber yang tersedia.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup