Cetak Perempuan Tangguh dan Kritis, KOPRI PMII UNISA Kuningan Gelar SIG VI
KUNINGANSATU.COM,- KOPRI PMII Komisariat Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan kembali menggelar Sekolah Islam dan Gender (SIG) VI sebagai bagian dari proses kaderisasi strategis untuk memperkuat pemahaman gender dalam perspektif Islam. Kegiatan yang berlangsung pada (21-22/6/26) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin itu diikuti oleh 19 peserta dari komisariat Unisa dan staiku .
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua PMII Cabang Kabupaten Kuningan Rizal Nurfahrozy, Ketua KOPRI PMII Cabang Kabupaten Kuningan Aan Lestari, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana, serta jajaran pengurus PMII dan KOPRI.
Ketua Pelaksana SIG VI, Dede Nurul Padilah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman kader mengenai isu gender yang selaras dengan nilai-nilai Islam sekaligus membangun kesadaran gender yang mampu diimplementasikan dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
“SIG merupakan ruang kaderisasi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman kader terkait gender dalam perspektif Islam. Harapannya, peserta mampu menjadi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial serta mampu memperjuangkan nilai keadilan dan kesetaraan sesuai ajaran Islam,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber kompeten di bidang keislaman, gender, dan keorganisasian. Materi yang diberikan meliputi Gender I, Konsep Dasar Islam, Al-Qur’an dan Hadis Perspektif Gender, Fiqih Perempuan, Hukum Islam di Indonesia, Keorganisasian, Citra Diri KOPRI, Feminisme, hingga Nahdlatulnisa.
Proses pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan Focus Group Discussion (FGD) guna mendorong peserta lebih aktif dalam memahami dan mengkritisi berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan gender.
Ketua KOPRI PMII Cabang Kabupaten Kuningan, Aan Lestari, mengapresiasi penyelenggaraan SIG VI yang dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kualitas kader perempuan PMII.
“KOPRI PMII Cabang Kabupaten Kuningan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada KOPRI Komisariat UNISA Kuningan atas terselenggaranya Sekolah Islam dan Gender ke-6 sebagai proses kaderisasi strategis dalam membangun kesadaran gender berdasarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” kata Aan saat memberikan sambutan.
Menurutnya, SIG bukan sekadar ruang pembelajaran teoritis, tetapi menjadi wadah kaderisasi yang mampu melahirkan kader perempuan yang kritis, progresif, serta memiliki fondasi keislaman yang kuat.
“Tema yang diusung menunjukkan komitmen KOPRI UNISA Kuningan dalam mencetak kader yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan spiritual yang baik, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap persoalan perempuan, kemanusiaan, dan ketidakadilan gender yang masih terjadi di masyarakat,” ujarnya.
Aan berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti SIG dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.
“Semoga SIG ke-6 ini menjadi langkah awal lahirnya kader-kader KOPRI yang tangguh, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mampu memperkuat gerakan PMII di masa mendatang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, KOPRI PMII Komisariat UNISA Kuningan berupaya memperkuat peran kader perempuan sebagai motor perubahan sosial yang berpijak pada nilai-nilai Islam, keadilan, dan kemanusiaan di tengah tantangan masyarakat yang terus berkembang.
















