Bupati Dian Beri Warning! Kepala Sekolah Tak Berkinerja Akan Dievaluasi

KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa kepala sekolah yang baru menerima Surat Keputusan (SK) penugasan harus mampu menghadirkan perubahan nyata dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan, ia memastikan akan melakukan evaluasi apabila dalam waktu enam bulan tidak terlihat kemajuan maupun terobosan yang signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dian saat menjadi pembina apel pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan petikan SK Bupati Kuningan tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 94 kepala sekolah menerima SK penugasan, terdiri dari kepala Sekolah Dasar (SD) dan delapan kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya titip kepada Pak Sekda, Pak Kadis, enam bulan tidak ada kemajuan, tidak ada terobosan, ya kita evaluasi. Terutama untuk sekolah-sekolah yang sudah berprestasi, jangan sampai mengalami kemunduran. Harus lebih baik dari sebelumnya,” tegas Dian.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah merupakan posisi strategis yang tidak hanya berkaitan dengan tugas administratif, tetapi juga menjadi sosok teladan di lingkungan pendidikan.

“Kepala sekolah harus menjadi motivator, inovator, figur yang digugu dan ditiru. Kedisiplinan, kreativitas, dan inovasinya harus berada di atas rata-rata guru yang dipimpinnya,” ujarnya.

Dian juga meminta proses penempatan kepala sekolah dilakukan secara profesional berdasarkan prestasi dan kompetensi, tanpa dipengaruhi latar belakang tertentu.

“Yang berprestasi dorong ke tempat yang lebih strategis. Yang tidak menunjukkan kinerja, evaluasi. Penempatan kepala sekolah harus betul-betul profesional,” katanya.

Selain menyoroti kepemimpinan, Dian menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan layak bagi peserta didik. Ia mengaku tidak ingin menemukan fasilitas sekolah yang terbengkalai, seperti toilet rusak, atap bocor, kaca pecah, hingga lingkungan yang tidak terawat.

“Jangan bicara mutu pendidikan kalau hal-hal mendasar saja tidak diperhatikan. Rumput tinggi, WC rusak bertahun-tahun, atap bocor dibiarkan. Kasihan murid-murid kita,” ucapnya.

Bupati yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan itu menyebut, kepala sekolah harus memiliki inisiatif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sederhana di lingkungan sekolah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Yang mudah-mudah saja kalau tidak dikerjakan, bagaimana mau bicara inovasi yang besar. Saya ingin sekolah-sekolah di Kuningan bersih, nyaman, dan menjadi tempat belajar yang membanggakan,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Dian mengucapkan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang baru menerima amanah. Ia berharap para kepala sekolah dapat menjadi pemimpin pendidikan yang mampu menggerakkan seluruh potensi sekolah demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.

“Saya yakin Bapak Ibu telah melalui proses panjang dan terpilih menjadi insan-insan terbaik. Jadilah teladan dalam sikap, integritas, dan pengabdian. Tunjukkan bahwa kepemimpinan mampu membawa sekolah menjadi lebih maju,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup