Bulog Serap 2,1 Ton Gabah di Panawuan, Babinsa Turun Langsung Dampingi Petani

KUNINGANSATU.COM,- Upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan terus dilakukan di tingkat desa. Anggota Koramil 1510/Cilimus yang bertugas sebagai Babinsa Desa Panawuan, Serka Tri Purnomo, turut mendampingi kegiatan penyerapan gabah kering panen (GKP) oleh Perum Bulog yang dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) siang.
Kegiatan berlangsung di Dusun 2, Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, dengan hasil serapan mencapai 2.162 kilogram gabah milik salah seorang petani setempat, Azim. Gabah tersebut dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain Babinsa, kegiatan ini juga dihadiri oleh perangkat Desa Panawuan, staf Bulog Cabang Cirebon, serta pemilik gabah. Proses serapan berjalan tertib dan sesuai prosedur yang berlaku.

Serka Tri Purnomo menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan petani mendapatkan kepastian harga dan akses pasar yang adil.

“Kehadiran kami di lapangan bertujuan untuk membantu dan mengawal proses serapan gabah agar berjalan lancar, terbuka, dan tidak merugikan petani. Kami ingin hasil panen mereka benar-benar dihargai dengan layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Babinsa tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif mendukung kesejahteraan masyarakat desa, khususnya petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan.

Sementara itu, Azim, petani pemilik gabah, mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan kerja sama Bulog dalam menyerap hasil panennya.

“Alhamdulillah, panen kami bisa langsung diserap Bulog tanpa kendala. Dengan pendampingan Babinsa, kami merasa lebih tenang karena prosesnya jelas dan harganya sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serapan gabah seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak petani, sehingga hasil panen masyarakat benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.

Dengan adanya sinergi antara TNI, Bulog, dan pemerintah desa, penyerapan gabah di Desa Panawuan diharapkan dapat menjadi contoh dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua
Tutup