Beby Toys, Toko Mainan yang Lahir dari Cerita Masa Kecil Pasutri Asal Cibeureum
KUNINGANSATU.COM – Rutinitas sebagai pegawai pemerintahan dan tenaga kesehatan rupanya tak membuat pasangan suami istri asal Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan ini berhenti bermimpi. Di sela kesibukan kerja, keduanya justru membangun usaha toko mainan anak yang kini mulai ramai dikenal masyarakat sekitar dengan nama Beby Toys.
Adalah Mochamad Iqbal Ariefiansyah, S.Si., seorang Penata Layanan Operasional di Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan yang sehari-hari bertugas di bagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Sementara sang istri, Qory Oktavani Fauziah, merupakan perawat di RS KMC Luragung yang sudah mengabdi selama 11 tahun.
Di balik berdirinya Beby Toys, ternyata tersimpan cerita masa kecil yang cukup membekas bagi Iqbal. Ia mengaku dulu dirinya termasuk anak yang sulit membeli mainan karena kondisi ekonomi keluarga saat itu masih terbatas.
“Dulu waktu kecil beli mainan itu susah. Sekarang saya punya anak, jangan sampai dia merasakan hal yang sama,” ujarnya sambil mengingat masa kecilnya, Sabtu (16
Berangkat dari pengalaman itulah, pasangan ini akhirnya memberanikan diri membuka usaha pada Desember 2025 dengan modal awal sekitar Rp20 juta dari tabungan pribadi. Nama Beby Toys sendiri diambil dari nama panggilan putri pertama mereka.
Keputusan membuka toko mainan bukan tanpa alasan. Menurut mereka, masyarakat di wilayah Sukarapih dan sekitarnya cukup kesulitan mencari toko mainan lengkap dengan harga terjangkau. Warga bahkan harus pergi ke Cibeureum, Cibingbin, hingga Luragung hanya untuk membeli mainan atau hadiah ulang tahun anak.
“Sekarang kalau ada ulang tahun anak, pasti banyak yang cari kado. Mainan itu seperti sudah jadi kebutuhan anak-anak,” katanya sambil tersenyum.
Meski baru berdiri beberapa bulan, kehadiran Beby Toys langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Warga merasa terbantu karena kini tidak perlu pergi jauh untuk membeli kebutuhan anak.
Berbagai produk dijual di toko tersebut, mulai dari mainan edukatif, remote control, mainan viral di media sosial, alat tulis, aksesori, hingga sandal anak dan dewasa. Pasangan ini juga memastikan produk yang dijual aman dan layak digunakan anak-anak melalui proses seleksi terlebih dahulu.
Di tengah maraknya marketplace dan tren belanja online, Beby Toys justru tetap mampu menarik pelanggan datang langsung ke toko. Faktor harga yang dinilai lebih ramah di kantong menjadi salah satu alasannya.
“Alhamdulillah pelanggan tetap datang langsung karena harga di kami lebih bersahabat,” ujarnya.
Menjalani dua aktivitas sekaligus sebagai pegawai dan pengusaha tentu bukan perkara mudah. Iqbal sendiri sudah sembilan tahun bekerja sebagai honorer sebelum akhirnya diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada 2025. Namun bagi mereka, pekerjaan utama tetap menjadi prioritas utama sebelum mengurus usaha.
Operasional toko sehari-hari banyak dibantu keluarga, terutama orang tua dan mertua yang sejak awal disebut menjadi sosok paling besar mendukung usaha tersebut. Saat ini, Beby Toys bahkan sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi dua orang warga sekitar.
Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, Iqbal menilai usaha sampingan kini menjadi hal penting bagi banyak keluarga, termasuk pegawai. Menurutnya, kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuat masyarakat tidak bisa hanya bergantung pada satu sumber penghasilan.
Meski toko mereka masih terbilang sederhana, pasangan ini sudah memiliki mimpi besar. Ke depan, mereka ingin memperluas toko, membuka cabang, hingga menghadirkan playground anak di wilayah Cibeureum.
“Jangan pernah malu dan ragu untuk mencoba usaha. Kalau punya tekad dan kemauan, insyaallah ada jalan menuju sukses,” pungkasnya.
















