Bukan Elon Musk, Dani: PDAU Butuh Figur Inspiratif Seperti Ignasius Jonan!
KUNINGANSATU.COM,- Polemik mundurnya Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kuningan kembali memunculkan gelombang opini publik yang beragam. Menyikapi hal itu, Ketua KSPSI Kabupaten Kuningan, Dani Ramdani, Sabtu (15/11/2025) memberikan tanggapan tegas agar diskursus tidak berkembang menjadi narasi yang menyudutkan pihak tertentu tanpa dasar data yang jelas.
Menurut Dani, sejumlah komentar publik akhir-akhir ini terkesan subjektif dan cenderung tendensius, terutama ketika membandingkan dinamika internal PDAU dengan gaya kepemimpinan tokoh global seperti Elon Musk.
“Konteksnya berbeda jauh. BUMD memiliki karakteristik sosial, struktural, dan regulatif tersendiri. Menarik-narik nama Elon Musk untuk membahas pembenahan PDAU atau sekadar mobil mogok itu tidak proporsional,” ujar Dani.
Ia menilai, analisis publik semestinya didasarkan pada literasi ilmiah, data empiris, dan pemahaman terhadap regulasi ketenagakerjaan. Dani menyayangkan munculnya opini yang menyalahkan pekerja tanpa dasar audit kinerja yang objektif.
“Penilaian kinerja adalah domain internal perusahaan, sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan dan standar evaluasi HRD. Karyawan itu pelaksana kebijakan, bukan pembuat kebijakan strategis,” tegasnya.
PDAU Butuh Transformasi, Bukan Retorika Dani menekankan bahwa PDAU membutuhkan reformasi tata kelola yang komprehensif, bukan sekadar retorika atau pencarian kambing hitam. Menurutnya, figur pemimpin yang tepat harus mampu membangun sistem yang sehat, budaya kerja positif, serta mengedepankan empati terhadap pekerja.
Ia mencontohkan Ignasius Jonan sebagai sosok transformasional yang membenahi PT KAI hingga kembali sehat setelah bertahun-tahun merugi.
“Jonan membuktikan bahwa perubahan besar hanya bisa terjadi dengan data, disiplin, pembenahan sistem dari hulu ke hilir, dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” ujar Dani.
Dani juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dalam membenahi PDAU sebagai aset daerah yang telah berdiri mandiri selama satu dekade tanpa membebani APBD. Ia menegaskan pentingnya semua pihak untuk memahami peran masing-masing.
“Karyawan menjalankan roda. Direksi, Dewas, dan KPM bertanggung jawab atas arah dan sistem. Semuanya harus berjalan proporsional dan sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar opini publik tidak terjebak pada komentar subjektif yang justru berpotensi memecah belah di tengah krisis kepemimpinan. Dani optimistis PDAU Kuningan masih memiliki potensi besar untuk bangkit jika dipimpin oleh figur yang rasional, berintegritas, dan fokus pada solusi sistemik berbasis data.
“Yang kita butuhkan sekarang bukan sensasi, tapi pembenahan serius,” tutupnya.***
Tinggalkan Balasan
1 Komentar
-
Otong
Nah ieu Objektif pisan 👍















