Binwil PKK Citangtu Ungkap Tantangan Serius, Ratusan Anak Masih Terdata Stunting
KUNINGANSATU.COM,- Ketahanan keluarga, pendidikan anak usia dini, hingga percepatan penurunan stunting menjadi fokus utama dalam kegiatan Bina Wilayah (Binwil) Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan yang digelar di Aula Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, jajaran pengurus PKK kabupaten, unsur Forkopimcam, kepala desa dan lurah, serta kader PKK se-Kecamatan Kuningan itu menjadi ajang pembinaan, evaluasi, sekaligus penguatan sinergi antara PKK dan pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Ela Helayati menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan sejahtera. Karena itu, ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
“Ketahanan keluarga adalah kondisi keluarga yang mampu bertahan dan seimbang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Keluarga yang kuat lahir dari hubungan yang harmonis, kesehatan yang terjaga, serta pendidikan anak yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya kader PKK, dalam menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang sekaligus menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak.
Selain penguatan keluarga, Ela mengajak seluruh kader untuk terus mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik dan membiasakan pola hidup sehat.
Pada kesempatan tersebut, Ela juga mengingatkan pentingnya pendidikan anak sejak usia dini. Menurutnya, kebijakan wajib belajar 13 tahun yang kini dicanangkan pemerintah harus didukung mulai dari tingkat keluarga.
“Usia PAUD merupakan masa emas perkembangan anak. Pada fase ini anak membutuhkan stimulasi yang tepat, kasih sayang yang cukup, serta lingkungan yang mendukung agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” katanya.
Ia menambahkan, konsep Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) perlu terus diperkuat karena tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
Dalam arahannya, Ela juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan stunting yang hingga kini masih menjadi salah satu isu prioritas pembangunan.
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan berkaitan erat dengan perkembangan otak, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, ia meminta kader PKK terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kuningan, Een Rustendi, yang mewakili Camat Kuningan Deni Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan Binwil menjadi sarana strategis untuk menyelaraskan program PKK dari tingkat kabupaten hingga desa dan dasawisma.
Ia menegaskan, gerakan PKK memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi, pembinaan, sekaligus penguatan sinergi dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK demi mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kecamatan Kuningan yang terdiri atas 16 desa dan kelurahan saat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 117.980 jiwa dengan 39.575 kepala keluarga. Tercatat terdapat 112 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.
Data kesehatan menunjukkan jumlah balita mencapai 5.714 anak, dengan 340 anak terdata stunting, 211 anak wasting, dan 408 anak underweight. Meski demikian, persentase kasus tersebut masih berada di bawah 15 persen dari total populasi balita.
Untuk mempercepat penanganan masalah kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kecamatan Kuningan bersama PKK terus mendorong berbagai langkah strategis, di antaranya optimalisasi layanan Posyandu, revitalisasi Posyandu di delapan desa dan kelurahan, peningkatan fasilitas kesehatan dasar, serta pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UP2K, koperasi PKK, dan pelaku UMKM.
Melalui kegiatan Binwil ini, pemerintah dan PKK berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga berbagai program pemberdayaan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Kuningan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
















