Belajar Sambil Liburan! Waduk Darma Hadirkan Paket Edutourism & Eco-Fishing
KUNINGANSATU.COM,- PT Jaswita Kuningan terus berinovasi menghidupkan destinasi wisata Waduk Darma. Terbaru, manajemen menyiapkan paket edutourism dan eco-fishing yang dikemas edukatif dan menarik bagi pelajar, khususnya dari sekolah swasta.
Manajer Jaswita, Pipih, menjelaskan, program ini dirancang untuk mengoptimalkan kunjungan di hari kerja (weekday) yang biasanya menurun dibanding akhir pekan.
“Kami ingin Waduk Darma tak hanya jadi tempat berwisata, tapi juga tempat belajar di alam. Anak-anak bisa mendapat pengalaman langsung mengenal lingkungan, perikanan, dan budaya lokal,” ujarnya saat ditemui di Waduk Darma, Selasa (21/10/2025).
Paket edutourism ini menyasar sekolah swasta karena dinilai lebih fleksibel dalam kegiatan luar ruang. Di antaranya terdapat Eco-Fishing & Budidaya Ikan, Adventure Camp and Leadership, serta Edukasi Flora-Fauna dan Prakarya Daur Ulang. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mempraktikkan budidaya ikan, memberi pakan, memahami nilai ekonomi panen, serta berkemah sambil mempelajari kepemimpinan dan kesadaran lingkungan.
Untuk biaya, paket dibanderol mulai Rp90.000-Rp150.000 per anak, tergantung jenis kegiatan dan durasinya. Harga tersebut sudah mencakup aktivitas, prakarya, serta fasilitas seperti welcome snack dan minuman khas Waduk Darma, yaitu olahan tutut dan air kelapa batok.
“Kami ingin memperkenalkan tutut sebagai kuliner khas Waduk Darma. Jadi setiap peserta akan menikmati pengalaman kuliner lokal,” tambah Pipih.
Durasi kegiatan bisa disesuaikan, mulai dari one day tour hingga paket menginap dua hingga tiga hari. Sekolah dapat menyesuaikan kegiatan dengan kurikulum dan target pembelajaran.
“Konsepnya belajar di alam. Diharapkan sekolah bisa menjadwalkan saat jam belajar agar kunjungan weekday meningkat dan suasana lebih privat,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, Jaswita menggandeng BUMDes serta petani jaring apung dan petani tutut di sekitar waduk. Peserta diperkenalkan pada potensi ekonomi lokal, termasuk cara mengolah tutut dan pemanfaatan limbah cangkangnya menjadi kerajinan.
“Kami ingin kegiatan ini berdampak langsung bagi masyarakat. Anak-anak belajar, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya,” tutur Pipih.
Selain edutourism, Jaswita menyiapkan paket Culture and Localism bersama pembatik lokal, menghadirkan kegiatan seperti membatik, melukis daun kering, dan membuat kerajinan dari batok kelapa. Manajemen juga membuka peluang event outdoor dengan konsep intimate wedding berlatar panorama Waduk Darma. Bahkan, pada November mendatang akan digelar pameran wedding di area Plaza C.
“Kami sudah bekerja sama dengan salah satu wedding organizer. Diharapkan event seperti ini bisa digelar di weekday agar tak menumpuk di akhir pekan,” jelasnya.
Harga tiket masuk Waduk Darma masih tergolong terjangkau. Untuk weekday Rp17.500 dan weekend Rp20.000 per orang (di atas usia 5 tahun), termasuk bonus minuman ringan. Adapun wahana unggulan seperti banana boat, donut boat, dan perahu wisata dibanderol Rp35.000 per orang dengan durasi 20-30 menit.
“Banana boat dan rolling boat tetap jadi daya tarik utama Waduk Darma dan satu-satunya di wilayah ini,” ungkap Pipih.
Meski sempat mengalami penurunan kunjungan, manajemen optimistis inovasi berbasis edukasi dan kolaborasi lokal mampu menghidupkan kembali potensi wisata Waduk Darma.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan agar Waduk Darma tetap menjadi destinasi unggulan Kabupaten Kuningan, bukan hanya wisata, tapi juga sarana pembelajaran dan pelestarian alam,” pungkasnya.***
















