Bela Diri Saja Tak Cukup! Ini Misi Besar Tapak Suci UM Kuningan Membentuk Kader Baru

KUNINGANSATU.COM,- Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan prestasi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta pemahaman keislaman yang kuat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelantikan Kepengurusan dan Baitul Arqom VIII UKM Tapak Suci Putera Muhammadiyah UM Kuningan Periode 2026–2027 yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 18–19 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Kader Berkarakter, Organisasi Berintegritas, Tapak Suci Berkemajuan” itu berlangsung di Kampus 1 UM Kuningan dan dilanjutkan di Bumi Perkemahan Ipukan, Palutungan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UKM Tapak Suci dalam melakukan regenerasi kepengurusan sekaligus membina kader baru. Tidak hanya berisi prosesi pelantikan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pembentukan karakter dan penguatan kapasitas anggota.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor UM Kuningan beserta jajaran pimpinan universitas, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci 143 Kabupaten Kuningan, pembina UKM Tapak Suci, para pendekar Tapak Suci, alumni, demisioner, perwakilan organisasi mahasiswa, serta seluruh peserta Baitul Arqom VIII.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Tapak Suci.

Setelah laporan Ketua Pelaksana, kegiatan berlanjut pada prosesi pelantikan kepengurusan UKM Tapak Suci Periode 2026–2027. Rangkaian acara kemudian diisi dengan sambutan dari sejumlah tokoh yang menekankan pentingnya karakter dan integritas dalam kehidupan berorganisasi.

Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci 143 Kabupaten Kuningan ,Ridwan Hadisantoso , dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan Tapak Suci di Kabupaten Kuningan terus menunjukkan kemajuan. Saat ini, Tapak Suci telah memiliki 34 cabang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Ia juga menyampaikan bahwa UM Kuningan akan dipercaya menjadi tuan rumah Pelantikan Kenaikan Sabuk Tapak Suci se-Jawa Barat. Amanah tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi civitas akademika dan keluarga besar Tapak Suci UM Kuningan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan , Ustaz Dadan, mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata dilihat dari jumlah anggota maupun capaian prestasi.

Menurutnya, kekuatan utama organisasi justru terletak pada kualitas karakter para kadernya. Kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, serta semangat pengabdian menjadi nilai penting yang harus terus ditanamkan dalam setiap proses kaderisasi.

Pesan serupa juga disampaikan Rektor UM Kuningan. Para kader Tapak Suci didorong untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga nama baik almamater, serta menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan demikian, Tapak Suci tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan mahasiswa yang berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Proses kaderisasi kemudian dilanjutkan melalui Baitul Arqom VIII. Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kepemimpinan, kesekretariatan, keorganisasian, ketapaksucian, hingga latihan jurus-jurus dasar Tapak Suci.

Berbagai materi tersebut diberikan untuk membekali peserta dengan kemampuan yang lebih utuh. Mereka tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas organisasi, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi landasan dalam setiap proses pengabdian.

Bagi UKM Tapak Suci UM Kuningan, pelantikan dan Baitul Arqom VIII bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses panjang untuk menyiapkan kader yang mampu membawa organisasi terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Melalui kegiatan tersebut, kepengurusan UKM Tapak Suci UM Kuningan Periode 2026–2027 resmi mengemban amanah organisasi. Sementara itu, peserta Baitul Arqom VIII dikukuhkan sebagai anggota dan siswa dasar Tapak Suci.

Dari proses inilah diharapkan lahir kader-kader baru yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, berprestasi, serta siap mengabdikan ilmu dan pengalamannya untuk kemaslahatan masyarakat.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup