Batik Ciprat Jadi Harapan Baru, Baznas Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas di Kuningan

KUNINGANSATU.COM – Upaya pemberdayaan penyandang disabilitas mental di Kabupaten Kuningan kembali mendapat dukungan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Program Kelompok Disabilitas Berdaya mengembangkan usaha Batik Ciprat yang dikelola warga binaan Yayasan Antara Graha Berdaya di Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan para penyandang disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Melalui aktivitas membatik, para peserta memperoleh keterampilan, kesempatan bekerja, sekaligus ruang untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi.

Batik Ciprat yang dihasilkan merupakan karya para warga binaan yang mengikuti proses rehabilitasi di yayasan. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang kemandirian bagi para pesertanya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlangsungan program, Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Saidah Sakwan bersama Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan melakukan monitoring dan evaluasi atas bantuan modal usaha sebesar Rp50 juta yang telah disalurkan untuk pengembangan usaha Batik Ciprat di Yayasan Antara Graha Berdaya.

Dalam kunjungannya, Saidah Sakwan mengapresiasi konsistensi yayasan dalam mendampingi para penyandang disabilitas mental hingga mampu mengikuti berbagai kegiatan produktif secara berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan yang tepat menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian para peserta.

Ia menegaskan bahwa Baznas akan terus mengawal program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insyaallah akan ada program-program lanjutan dari Baznas yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga,” ujar Saidah saat melakukan kunjungan di Kuningan, Kamis (9/7/2026).

Saidah juga berharap kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berlangsung secara berkesinambungan. Dengan demikian, dana zakat tidak hanya memberikan manfaat yang bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya.

Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi. Menurutnya, perhatian Baznas memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar bantuan ekonomi karena juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis para warga binaan.

Ia menjelaskan, selama ini Yayasan Antara Graha Berdaya mampu bertahan berkat semangat gotong royong serta kepedulian berbagai pihak. Bantuan modal usaha yang diberikan Baznas menjadi energi baru untuk memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan yang telah berjalan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan,” ucapnya.

Melalui pengembangan Batik Ciprat, Baznas berharap semakin banyak penyandang disabilitas mental yang memperoleh kesempatan untuk berkarya, mandiri secara ekonomi, serta kembali berperan aktif di tengah masyarakat melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup