Data Bisa Bocor Kapan Saja! Pemkab Kuningan Ingatkan Bahaya Siber ke Aparatur

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat kesiapan aparatur dalam menghadapi tantangan digital melalui kegiatan edukasi keamanan informasi dan perlindungan data pribadi yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rabu (15/4/2026).

Bertempat di Aula Diskominfo Kabupaten Kuningan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan terhadap ancaman siber yang kian kompleks di era digital.

Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, Dr. H. Ucu Suryana, M.Si., menegaskan bahwa transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan tidak bisa dihindari. Hampir seluruh layanan publik saat ini telah beralih ke sistem elektronik yang menuntut kesiapan sumber daya manusia.

“Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan. Tapi di sisi lain, risiko keamanannya juga meningkat. Karena itu, aparatur harus siap, tidak hanya dari sisi penggunaan, tetapi juga kesadaran menjaga data,” ujarnya.

Menurutnya, implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kuningan telah berkembang pesat dengan puluhan aplikasi yang digunakan untuk mendukung layanan publik dan administrasi pemerintahan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kecanggihan sistem tidak akan berarti tanpa perilaku pengguna yang bijak. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga akses dan kerahasiaan data sebagai bagian dari pertahanan pertama terhadap ancaman siber.

“Sering kali kebocoran justru terjadi karena kelalaian. Maka, keamanan itu bukan hanya urusan teknologi, tapi juga tanggung jawab individu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo, Hj. Nia Kurniasih, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan aparatur pemerintah mengenai pentingnya perlindungan data pribadi.

Ia menilai, ancaman terhadap keamanan informasi tidak hanya berasal dari serangan sistem, tetapi juga dari kebiasaan pengguna yang kurang waspada, seperti penggunaan kata sandi yang lemah atau mengakses tautan mencurigakan.

“Kita harus mulai dari langkah sederhana. Kesadaran individu sangat menentukan kuat atau tidaknya sistem keamanan yang kita miliki,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hana Pratiwi, S.Kom., memaparkan berbagai bentuk ancaman siber yang kerap menyasar instansi pemerintah, mulai dari phishing hingga penyebaran malware.

Ia menekankan bahwa pengelolaan keamanan informasi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mencakup perencanaan, penerapan, hingga evaluasi secara rutin.

“Manusia tetap menjadi faktor paling krusial dalam sistem keamanan. Tanpa kesadaran dan kehati-hatian, celah sekecil apa pun bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan informasi di instansi masing-masing.

Melalui edukasi ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap seluruh perangkat daerah semakin siap dalam menghadapi risiko digital, sekaligus mampu menghadirkan layanan publik yang aman, andal, dan terpercaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup