Alumni HAMIDA dan IMAROH Kuningan Gelar Pengajian Asmaul Husna, Bahas Hakikat Ibadah Jelang Ramadhan
KUNINGANSATU.COM,- Puluhan alumni putra-putri HAMIDA (Himpunan Alumni Miftahul Huda Manonjaya) dan IMAROH (Ikatan Alumni Riyadlul Huda Winduhaji) mengikuti Pengajian Bulanan Asmaul Husna yang dirangkaikan dengan JIHAD (Kajian Ahad), di Pondok Pesantren Riyadlul Huda, Kelurahan Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Minggub(15/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi para alumni yang tersebar di wilayah Kuningan dan sekitarnya.
Hadir dalam kesempatan itu pendiri Pondok Pesantren Riyadlul Huda, KH. Dodo Murtadlo Ahmad Hasan, Lc, serta pimpinan pondok, KH. Muhammad Iqbal, M.Pd. Tausiyah disampaikan oleh KH. Didi Abdulhadi dengan mengangkat tema hakikat ibadah dan pengamalan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, KH. Didi menegaskan bahwa ibadah tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas lahiriah semata. Menurutnya, ibadah harus dilandasi niat yang lurus dan dijaga kehalalannya agar bernilai di hadapan Allah SWT.
“Ibadah itu bukan hanya gerakan dan bacaan. Para nabi dan ulama terdahulu sangat berhati-hati, termasuk dalam memastikan apa yang mereka gunakan benar-benar halal dan baik, karena itu berpengaruh pada diterima atau tidaknya ibadah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam menjaga niat dari kepentingan duniawi. Ibadah, kata dia, harus dilaksanakan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT, bukan demi pujian atau kepentingan sesaat.
Lebih lanjut, KH. Didi menyampaikan tentang empat “mutiara” dalam diri manusia sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, yakni akal sebagai pembeda antara benar dan salah, agama sebagai pedoman hidup yang diridhai Allah, rasa malu sebagai benteng dari perbuatan maksiat, serta amal saleh sebagai bukti nyata keimanan.
“Kalau empat hal ini dijaga, insya Allah hidup kita akan lebih terarah dan ibadah kita semakin berkualitas,” tuturnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, para jamaah juga diingatkan untuk saling memaafkan, memperbaiki kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin agar dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kesungguhan.
Pengajian yang berlangsung hingga menjelang siang itu ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara, menegaskan bahwa kegiatan rutin ini bukan hanya forum kajian, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah antar alumni di Kabupaten Kuningan.















