Satu Visi, Satu Aksi! IMM UM Kuningan Gaungkan Sinergi Ortom

KUNINGANSATU.COM – Pernyataan Ketua Umum PP FOKAL IMM, Ma’mun Murod, yang menyoroti adanya hambatan terhadap gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, mendapat respons dari tingkat komisariat di daerah.
Dalam arahannya di Medan, Sabtu (18/4/2026), Ma’mun menegaskan pentingnya keberpihakan struktural PTMA terhadap IMM. Ia menyebut, siapa pun yang telah menjadi pejabat struktural di lingkungan PTMA memiliki kewajiban moral untuk menghidupkan IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah.
“Sering kali IMM justru dipersulit, padahal posisinya adalah organisasi otonom Muhammadiyah,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PK IMM Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Kuningan, Ridho Juliano, menilai pernyataan itu bukan sekadar kritik, melainkan pengingat penting bagi seluruh elemen di lingkungan kampus.
Menurutnya, arahan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat sinergi antara civitas akademika dengan IMM dan organisasi otonom (Ortom) lainnya di lingkungan kampus.
“Pernyataan Prof. Ma’mun menjadi pengingat bagi kita untuk menguatkan sinergi di PTMA. Harapannya, seluruh elemen kampus dapat berjalan beriringan dengan IMM serta seluruh ortom tanpa sekat latar belakang organisasi,” ujarnya.
Ridho menjelaskan, IMM bersama Tapak Suci dan Hizbul Wathan merupakan pilar strategis dalam membangun kader Muhammadiyah di lingkungan kampus. Karena itu, PTMA harus menjadi ruang yang kondusif bagi tumbuh kembang kader.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen kampus dalam menjaga estafet kepemimpinan serta menguatkan dakwah Muhammadiyah secara kolektif.
“Sudah saatnya kita bergandeng tangan menjaga estafet kepemimpinan dan menyelaraskan langkah demi menjaga nyala dakwah Muhammadiyah,” katanya.
Lebih lanjut, Ridho menekankan bahwa pengabdian di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan amanah untuk merawat ideologi persyarikatan, salah satunya melalui dukungan terhadap proses kaderisasi.
“Kekayaan tertinggi organisasi bukan pada aset fisik, tetapi pada kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Jika bukan kita yang menghidupkan rumah ini, siapa lagi?” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Ridho mengajak seluruh civitas akademika UM Kuningan untuk menghilangkan sekat-sekat subjektivitas yang berpotensi menghambat gerak kaderisasi.
“Mari kita lupakan ego sektoral masa lalu. Kita berada di bawah payung besar Muhammadiyah. Menghidupkan ortom adalah investasi masa depan bagi kampus dan persyarikatan,” tutupnya.***

















