Cuaca Ekstrem Bikin Pendakian Gunung Ciremai Ditutup hingga Maret 2026
KUNINGANSATU.COM,- Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menutup sementara sejumlah jalur pendakian Gunung Ciremai menyusul cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pendaki. Penutupan dilakukan secara bertahap dan dapat diperluas hingga seluruh jalur apabila kondisi cuaca terus memburuk.
Humas Balai TNGC Kabupaten Kuningan, Adi Sularso, mengatakan jalur pendakian Linggajati di Kecamatan Linggarjati resmi ditutup sejak 27 Januari 2026 hingga 20 Maret 2026. Penutupan dilakukan setelah terjadinya sejumlah peristiwa tanah longsor yang dinilai membahayakan jalur pendakian.
Selain Linggajati, jalur pendakian Apuy di Kabupaten Majalengka juga telah ditutup lebih dahulu sejak 24 Januari 2026 hingga 1 Februari 2026. Jalur tersebut ditutup akibat banyaknya pohon tumbang yang mengganggu akses dari desa hingga pos awal pendakian dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Adi menjelaskan, BTNGC juga mempertimbangkan penutupan jalur lainnya, seperti Palutungan, Sadarehe, dan Linggasana, apabila intensitas hujan tinggi dan potensi bencana alam terus meningkat.
“Cuaca ekstrem sangat berisiko bagi aktivitas pendakian. Jalur Apuy dan Linggajati sudah kami tutup lebih awal. Untuk penutupan seluruh jalur direncanakan berlangsung mulai 20 Februari hingga 21 Maret 2026. Mudah-mudahan jalur Apuy dapat dibuka kembali setelah 1 Februari 2026,” ujar Adi, Kamis (29/1/2026).
Penutupan jalur pendakian ini tertuang dalam Surat Edaran TNGC Nomor PG 03/T.33/TU/KSA/B/01/2026 tentang Penutupan Aktivitas dan Kegiatan di Dalam Kawasan Jalur Pendakian Gunung Ciremai. Jadwal penutupan tersebut juga bertepatan dengan bulan Ramadhan dan direncanakan dibuka kembali pada 21 Maret 2026.
Menurut Adi, kebijakan penutupan tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan pengunjung, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana serta upaya pemulihan ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang selama ini mengalami tekanan akibat aktivitas pendakian.
BTNGC juga memberikan solusi bagi para pendaki yang telah melakukan pemesanan secara daring. Pendaki diminta menghubungi admin layanan booking online untuk melakukan konfirmasi serta penjadwalan ulang rencana pendakian guna menghindari kerugian administratif.***
















