Ingatkan Pentingnya Higienitas, Kadin Kuningan Dorong Audit Total Dapur MBG!
KUNINGANSATU.COM,- Komite Tetap Bidang Hukum, Etika Usaha, dan Pendidikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kuningan, Nurdiansyah Rifatullah, menyampaikan kecaman keras atas insiden pelanggaran higienitas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan pelanggaran tersebut dinilai mencederai nilai dasar keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Dalam pernyataannya, Sabtu (15/11/2025), Nurdiansyah menyoroti praktik ketidakdisiplinan yang terjadi, seperti penggunaan perhiasan saat proses pengolahan makanan serta tidak digunakannya sarung tangan oleh petugas SPPG. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kelalaian serius yang berdampak langsung pada kualitas pangan untuk anak-anak sebagai penerima manfaat program. Pada kesempatan itu, Nurdiansyah yang akrab disapa Nurdin, menegaskan bahwa standar higienitas merupakan pilar utama yang tidak boleh dinegosiasikan.
“Ini bukan persoalan teknis semata. Ini menyangkut keselamatan publik. SOP BGN wajib dijalankan tanpa kompromi,” ujar Nurdin.
Ia menjelaskan bahwa BGN telah mengatur secara rinci alur kerja dapur MBG, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, kebersihan personal petugas, pemisahan area bahan mentah dan matang, hingga prosedur penyimpanan dan pendistribusian makanan agar tetap aman dan layak dikonsumsi.
“Kepatuhan terhadap SOP adalah tanggung jawab moral dan hukum. Pelanggaran mendasar seperti ini menunjukkan adanya masalah sistemik yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Nurdin.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kadin Kuningan di bawah koordinasi Nurdin telah menjalin komunikasi dengan Kadin Pusat untuk mempercepat langkah pembinaan dan penertiban. Ia memastikan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendapatkan pendampingan serta penguatan pemahaman terhadap instruksi teknis BGN.
“Kadin Pusat akan turun melakukan pembinaan menyeluruh. Tidak boleh ada lagi misinterpretasi terhadap SOP. Semua unit harus beroperasi dengan standar yang sama,” sambungnya.
Nurdin juga mendesak dilakukannya audit kepatuhan menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, audit ini penting untuk mengembalikan kredibilitas program serta memastikan tidak ada lagi dapur yang mengabaikan protokol dasar keamanan pangan.
Menutup pernyataannya, Nurdin memberikan pesan tegas agar seluruh pihak yang terlibat memahami bahwa kualitas pelayanan gizi berkaitan langsung dengan keselamatan anak-anak.
“Jangan main-main dengan kesehatan dan nyawa anak-anak. Mereka generasi yang harus kita jaga, lindungi, arahkan, dan didik sebaik-baiknya,” tegasnya.***















