Puting Beliung Porak-porandakan SMPN 1 Luragung, Ini Langkah Cepat Disdikbud
KUNINGANSATU.COM – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang kawasan SMP Negeri 1 Luragung, Kabupaten Kuningan, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada 11 ruang kelas, dengan lima di antaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi bangunan sekolah langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Camat Luragung, Kabid Pembinaan SMP, serta Kepala SMPN 1 Luragung meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa (3/11/2026).
Dalam keterangannya melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Carlan menyampaikan bahwa kerusakan paling banyak terjadi pada bagian plafon ruang kelas.
“Hari ini kami sedang berada di SMP Negeri 1 Luragung yang pada hari Senin kemarin kurang lebih pukul 14.30 telah terjadi hujan lebat disertai dengan angin puting beliung sehingga beberapa ruang kelas di SMP Negeri 1 Luragung ini terjadi kehancuran,” ungkap Carlan.
Menurutnya, dari hasil peninjauan sementara, terdapat 11 ruang kelas yang plafonnya mengalami kerusakan. Lima ruang kelas di antaranya masuk kategori rusak parah sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kondisi tersebut membuat Disdikbud meminta pihak sekolah segera menyiapkan langkah antisipasi, terutama agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan peserta didik.
Carlan menginstruksikan kepala sekolah bersama jajaran dewan guru untuk menyusun strategi pembelajaran sementara selama proses penanganan kerusakan berlangsung.
“Kami menginstruksikan kepada Pak Kepala Sekolah beserta jajaran dewan guru bagaimana membuat siasat pembelajaran,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan mempercepat koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi perbaikan bangunan sekolah. Disdikbud juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar kerusakan fasilitas pendidikan tersebut mendapat penanganan.
Namun, proses pengajuan bantuan dan penanganan akan didukung terlebih dahulu dengan kelengkapan administrasi kebencanaan yang disiapkan BPBD.
“Insyaallah kita akan melakukan langkah-langkah percepatan dengan berbagai pihak, termasuk Pak Kalak BPBD. Kami juga di Disdikbud akan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah setelah secara administrasi Pak Kalak membantu kami dari sisi kelengkapan berita acara kebencanaan,” jelasnya.
Carlan juga menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di SMPN 1 Luragung merupakan dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem, bukan karena persoalan lain.
Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca belakangan ini sulit diprediksi. Hujan lebat, hujan es, hingga angin kencang berpotensi menimbulkan kerusakan yang tidak terduga.
“Ini adalah kejadian alam murni. Jadi supaya tidak dihembuskan bahwa persoalan-persoalan lain, karena memang terakhir sekarang ini kejadian alam yang sulit untuk diterka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Disdikbud, BPBD, pemerintah kecamatan, serta pihak sekolah berkomitmen mencari jalan keluar agar kerusakan segera diperbaiki.
Percepatan penanganan menjadi penting agar fasilitas pendidikan kembali dapat digunakan secara aman dan aktivitas belajar mengajar di SMPN 1 Luragung tidak terganggu terlalu lama.















