Maulid Nabi Buniaga Bikin Kades Kagum, Ternyata Ini Ceritanya
KUNINGANSATU.COM – Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Dusun 1 Buniaga, Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, resmi ditutup melalui malam puncak yang berlangsung meriah, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Dusun 1 Buniaga tersebut dihadiri puluhan masyarakat setempat. Warga dari Dusun 2 juga turut hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Malam puncak diawali dengan pembukaan dan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil serta pembacaan sholawat bersama grup hadroh yang dipimpin Kasepuhan Desa Buniasih, KH. Sholeh Rahmat.
Suasana semakin semarak ketika rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan, pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan, doa bersama, hingga ramah tamah.
Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Ahmad Novaldi, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sejak persiapan hingga pelaksanaan malam puncak.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan rutin tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani perjuangan, kesabaran, kasih sayang, serta akhlak Rasulullah SAW.
“Jangan hanya meriah dalam membaca sholawat, tetapi juga meriah dalam beramal. Jangan hanya indah dalam menceritakan kisah Nabi, tetapi juga indah dalam perbuatan. Jangan hanya mengaku sebagai umatnya, tetapi harus mau mengikuti akhlaknya,” kata Ahmad dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama kegiatan terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun sikap panitia.
“Kami atas nama seluruh panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat perkataan, sikap, atau pelayanan yang kurang berkenan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Buniasih, Carka Abdul Halim, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengaku terkesan melihat antusiasme dan kekompakan masyarakat dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Carka menilai kemeriahan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Dusun 1 Buniaga memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan.
“Saya pribadi benar-benar mengapresiasi kegiatan ini. Terus terang, saya tidak menyangka acara ini bisa semeriah dan sebagus ini. Ternyata masyarakat Desa Buniasih, khususnya Dusun 1 Buniaga, memiliki banyak bakat dan potensi luar biasa yang selama ini belum semuanya terlihat,” tuturnya.
Menurut Carka, potensi masyarakat tersebut terlihat dari berbagai perlombaan yang melibatkan peserta mulai dari anak usia dini hingga orang dewasa. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan itu dinilai mampu menjadi ruang untuk menyalurkan bakat dan kreativitas masyarakat.
Ia berharap kegiatan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan dan sinergi antara masyarakat, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pemuda, serta pemerintah desa.
“Pemerintah desa tentu merasa terbantu dengan kegiatan seperti ini, karena pembinaan keagamaan dan pendidikan generasi muda juga merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Mudah-mudahan ke depan sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa semakin baik untuk memajukan Desa Buniasih,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Carka juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena dukungan anggaran dari pemerintah desa untuk kegiatan tersebut masih terbatas. Menurutnya, anggaran desa harus dibagi untuk berbagai program serta kebutuhan pembangunan lainnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Ketua DKM, Ustaz Abdul Ropik. Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi merupakan bagian dari agenda keagamaan yang diselenggarakan bersama masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pemberian hadiah kepada para pemenang perlombaan, kata dia, bukan semata-mata sebagai penghargaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak dan masyarakat untuk semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan.
“Memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi bagaimana kita memahami dan menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Setelah seluruh sambutan disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan tahlilan yang dipimpin KH. Sholeh Rahmat. Panitia kemudian membacakan nama-nama juara perlombaan sebelum acara ditutup dengan doa bersama.
Kegiatan tersebut merupakan puncak sekaligus penutup rangkaian perlombaan dan kegiatan keagamaan yang telah berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 18-19 September 2026.
Bagi masyarakat Buniaga, kegiatan Maulid Nabi tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menggali potensi warga, serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda.
Panitia berharap semangat yang terbangun selama kegiatan tidak berhenti setelah acara berakhir, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan masyarakat melalui peningkatan keimanan, kepedulian sosial, silaturahmi, dan pengamalan akhlak Rasulullah SAW.















