Abdul Haris Prediksi Nono Sujono Kuat Duduki Kursi Dewan Pengawas Perumda BPR Kuningan
KUNINGANSATU.COM,- Pengumuman hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon anggota Dewan Pengawas Perumda BPR Kuningan periode 2025-2028 menuai tanggapan dari beberapa pihak. Salah satunya datang dari pengamat politik dan pemerintahan Kabupaten Kuningan, Abdul Haris, SH, yang menilai hasil seleksi ini membuka ruang prediksi siapa yang berpeluang besar menduduki kursi Dewan Pengawas.
Abdul Haris secara terang menyebut nama Drs. Nono Sujono sebagai figur yang lebih kuat untuk melenggang ke tahap akhir dibandingkan kandidat lainnya, Dewi Rosmalina Crisna Murti. Menurutnya, ada sejumlah alasan logis yang membuat peluang Nono lebih terbuka.
“Pertama, Nono adalah putra daerah asli Kabupaten Kuningan. Ini bukan sekadar identitas, tetapi modal sosial yang penting. Sosok lokal biasanya lebih memiliki ikatan emosional untuk membangun daerahnya, termasuk bagaimana memajukan Perumda BPR sebagai salah satu aset penting Kabupaten Kuningan,” ungkap Abdul Haris, Kamis (4/9/2025).
Ia menambahkan, faktor usia juga menjadi pertimbangan politik tersendiri.
“Nono sudah memasuki masa pensiun. Dengan kondisi tersebut, biasanya seseorang akan lebih fokus mengabdikan diri pada tugas-tugas strategis terakhirnya. Posisi Dewan Pengawas ini bisa menjadi ladang pengabdian di penghujung kariernya, sehingga potensi fokus dan loyalitasnya lebih besar,” paparnya.
Selain itu, latar belakang panjang Nono di dunia birokrasi juga menjadi nilai tambah. Menurut Abdul Haris, hubungan emosional dan kedekatan dengan jajaran birokrasi akan mempermudah komunikasi serta koordinasi dalam menjalankan fungsi pengawasan Perumda BPR.
“Seorang pengawas butuh akses dan penerimaan. Dengan jejaring birokrasi yang sudah terbentuk, posisi Nono lebih diuntungkan,” katanya.
Namun demikian, Abdul Haris menekankan bahwa prediksinya bukan berarti meremehkan kandidat lain.
“Saya tetap melihat Ibu Dewi Rosmalina memiliki kapasitas yang mumpuni. Namun jika kita bicara kalkulasi peluang, rekam jejak, serta aspek sosial-politik, Nono lebih menonjol,” imbuhnya.
Lebih jauh, Abdul Haris menilai, siapapun yang nantinya dipilih Bupati Kuningan untuk diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tantangan utama Dewan Pengawas Perumda BPR adalah bagaimana menjaga stabilitas keuangan perusahaan daerah, mendorong tata kelola yang profesional, dan memastikan perannya berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Yang paling penting, Dewan Pengawas jangan hanya menjadi jabatan prestisius. Ia harus benar-benar mengawasi, memberi arah kebijakan, dan memastikan Perumda BPR berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan profesionalisme. Itu ujian utama, siapapun yang nanti terpilih,” tegas Abdul Haris menutup pernyataannya. (*)















