Tongkat Estafet Berpindah! Dhani Iskandar Nahkodai PA GMNI Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kuningan resmi memiliki kepengurusan baru. Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IV yang digelar di Happy Nos Coffee, Kabupaten Kuningan, Selasa (14/7/2026), Dhani Iskandar, S.E. terpilih sebagai Ketua PA GMNI Kabupaten Kuningan periode 2026–2027.

Mengusung tema “Membaca Kuningan, Menghadirkan Bung Karno”, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus penegasan komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.

Usai terpilih, Dhani menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas internal dengan mengumpulkan kembali para alumni GMNI yang kini tersebar di berbagai profesi dan bidang pengabdian.

“Rencana ke depan adalah mengumpulkan kembali alumni-alumni GMNI Kabupaten Kuningan yang tersebar di berbagai bidang. Bagaimana menyatukan kembali ide dan gagasan, mempererat kekeluargaan, sehingga kami bisa hadir dan bermanfaat bagi masyarakat Kuningan, Jawa Barat, maupun Indonesia,” ujarnya.

Menurut Dhani, tema yang diusung dalam Konfercab bukan berarti nilai-nilai Bung Karno telah hilang di Kuningan. Justru, kata dia, semangat perjuangan sang Proklamator terus menjadi napas perjuangan kader dan alumni GMNI.

“Kalau yang hilang sebenarnya tidak ada. GMNI selalu ada dan terus membawa napas-napas pemikiran Bung Karno untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di Kabupaten Kuningan,” katanya.

Dalam waktu dekat, kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi. Baginya, kekuatan utama PA GMNI terletak pada persatuan dan rasa kekeluargaan antarsesama alumni.

“PA GMNI berbeda dengan organisasi lainnya. Fondasi utama kami adalah persatuan dan kekeluargaan. Karena itu, program terdekat kami adalah konsolidasi dan internalisasi organisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PA GMNI Kabupaten Kuningan periode sebelumnya, Rana Suparman, menjelaskan bahwa tema “Membaca Kuningan, Menghadirkan Bung Karno” lahir dari semangat membaca berbagai persoalan yang dihadapi daerah, mulai dari aspek kebudayaan, politik, sumber daya alam hingga geopolitik, kemudian mengkajinya melalui perspektif pemikiran Bung Karno.

Menurut Rana, hasil kajian tersebut diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran kepada pemerintah daerah agar kebijakan pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“GMNI maupun PA GMNI tidak boleh steril dari kehidupan masyarakat yang tertindas dan termarginalkan. Selama keadilan belum dirasakan masyarakat, maka pemerintah harus terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Ia juga berharap kepemimpinan baru mampu menginventarisasi seluruh alumni GMNI di Kabupaten Kuningan tanpa memandang latar belakang profesi maupun afiliasi politik.

“Di mana pun alumni GMNI berada, baik di lembaga, organisasi, NGO maupun partai politik, referensi pemikirannya tetap sama, yakni pemikiran Bung Karno. Karena itu rekomendasi yang lahir pun akan sama, yaitu keberpihakan kepada masyarakat yang tertindas,” katanya.

Rana menambahkan, Konfercab IV menjadi pengingat bahwa setiap alumni GMNI memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk terus mengawal nilai-nilai perjuangan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia pun berpesan kepada kader GMNI agar terus memperbanyak tradisi membaca, berdiskusi, dan mengkaji pemikiran Bung Karno sebagai bekal dalam menjalankan gerakan mahasiswa yang berpihak kepada rakyat.

Dengan terpilihnya Dhani Iskandar, PA GMNI Kabupaten Kuningan diharapkan mampu memperkuat konsolidasi alumni sekaligus menjadi mitra strategis dalam memberikan gagasan dan kritik konstruktif bagi pembangunan Kabupaten Kuningan yang berlandaskan semangat nasionalisme dan keadilan sosial.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup