Jadi Anggota DPRD Kuningan Terkaya, Harta Satria Rizky Tembus Rp16,9 Miliar
KUNINGANSATU.COM – Nama Satria Rizky Utama menjadi sorotan setelah tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan dengan kekayaan bersih tertinggi berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025.
Dalam dokumen LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Satria tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp17.389.642.187. Setelah dikurangi utang sebesar Rp477 juta, kekayaan bersihnya menjadi Rp16.912.642.187.
Laporan tersebut disampaikan pada 6 Maret 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap.
Yang menarik, sebagian besar kekayaan Satria berupa tanah dan bangunan. Dalam LHKPN, tercatat 28 bidang tanah dan tanah berikut bangunan yang seluruhnya berada di Kabupaten/Kota Kuningan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15.396.900.000.
Rinciannya cukup beragam, mulai dari tanah seluas 1.590 meter persegi senilai Rp477 juta, tanah 1.330 meter persegi senilai Rp399 juta, hingga tanah seluas 2.775 meter persegi yang tercatat senilai Rp3,33 miliar.
Ada pula tanah seluas 1.080 meter persegi senilai Rp1,296 miliar, tanah 900 meter persegi senilai Rp1,08 miliar, serta tanah 870 meter persegi senilai Rp1,044 miliar.
Beberapa aset lainnya tercatat berupa tanah seluas 800 meter persegi senilai Rp960 juta, 1.335 meter persegi senilai Rp400,5 juta, serta tanah 1.825 meter persegi senilai Rp547,5 juta.
Selain tanah, LHKPN juga mencatat dua aset berupa tanah dan bangunan. Pertama, tanah dan bangunan seluas 1.739 meter persegi/70 meter persegi dengan nilai Rp521,7 juta. Kedua, tanah dan bangunan seluas 300 meter persegi/54 meter persegi dengan nilai Rp90 juta.
Sementara bidang tanah lainnya yang tercantum dalam laporan memiliki luas antara 341 hingga 1.300 meter persegi, dengan nilai mulai dari Rp102,3 juta hingga Rp390 juta.
Di luar tanah dan bangunan, Satria tercatat memiliki satu unit kendaraan, yakni Honda HRV 1.8 CV 518 SCV TCK tahun 2016, dengan nilai yang dilaporkan sebesar Rp209 juta.
Untuk kategori harta bergerak lainnya, tidak tercantum nilai. Sementara pada kategori surat berharga juga tercatat nihil.
Satria juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1.407.742.187 serta harta lainnya senilai Rp376 juta.
Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, total harta kekayaan Satria mencapai Rp17.389.642.187. Setelah dikurangi utang sebesar Rp477 juta, nilai kekayaan bersihnya menjadi Rp16.912.642.187.
Angka tersebut menempatkan Satria di posisi pertama dalam ranking kekayaan bersih 50 anggota DPRD Kuningan berdasarkan data LHKPN periode 2025.
Menariknya, ketika dikonfirmasi mengenai statusnya sebagai anggota DPRD Kuningan dengan kekayaan bersih tertinggi, Satria mengatakan angka tersebut memang sesuai dengan kondisi sebenarnya dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
“Yaaa memang begitu adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Satria saat dikonfirmasi, Senin (15/9/2026).
Ketika ditanya apakah kekayaan dengan nilai tersebut baru terbentuk setelah dirinya menjadi anggota dewan, Satria memberikan jawaban berbeda. Menurutnya, kondisi kekayaan tersebut sudah kurang lebih sama sebelum dirinya dilantik sebagai anggota DPRD.
“Sebelum dong. Kurang lebih sama, LHKPN pertama itu di 2024 ketika pertama kali dilantik,” katanya.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan gurauan bahwa dirinya “kaya untuk jadi dewan, bukan jadi dewan untuk kaya” yang kemudian ditanggapi santai olehnya.
“Hehehee, kira-kira begitu. Insha Allah juga dari seluruh perusahaan juga sudah mundur sebagai direktur..” kata Satria.***














