PAM Tirta Kamuning Bakal Ikut Karnaval Budaya, Usung Tema “Dari Sumber untuk Kehidupan”

KUNINGANSATU.COM – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528 akan segera memasuki agenda pamungkas. Karnaval Budaya yang dijadwalkan digelar pada Minggu (13/9/2026) mendatang dan menjadi bagian penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kuningan tahun ini.

Dalam kemeriahan tersebut, PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan akan turut menjadi bagian dengan membawa pesan tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

PAM Tirta Kamuning akan mengusung konsep “Dari Sumber untuk Kehidupan”, yang dikemas melalui pertunjukan teatrikal. Bukan sekadar suguhan dalam karnaval, konsep tersebut menjadi medium untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air dan keberlanjutan lingkungan.

Teatrikal yang direncanakan akan melibatkan sekitar 20 personel dengan durasi kurang lebih tiga menit itu akan menggambarkan perjalanan air dari alam hingga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

Melalui pertunjukan nanti, PAM Tirta Kamuning ingin mengajak masyarakat melihat air bukan sekadar sumber daya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebuah amanah yang harus dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab.

Direktur PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra, MP, mengatakan air memiliki posisi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat sehingga keberadaannya harus dijaga secara berkelanjutan.

“Air bukan sekadar sumber daya, tetapi merupakan sumber kehidupan. Karena itu, setiap tetes air adalah amanah yang harus kita jaga, kita kelola dengan baik, dan kita manfaatkan secara bertanggung jawab,” kata Ukas kepada wartawan, Jum’at (11/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan terhadap air bersentuhan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat. Air dibutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dunia usaha hingga aktivitas sosial dan ekonomi.

Karena itu, keberlanjutan sumber air tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab PAM Tirta Kamuning. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga sumber air sekaligus lingkungan di sekitarnya.

“Kami di PAM Tirta Kamuning memiliki tanggung jawab untuk menjaga sumber air, mengelola dan mendistribusikannya dengan sebaik-baiknya, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun keberlanjutan air membutuhkan kepedulian kita semua,” ujarnya.

Pesan tersebut nantinya juga akan tergambar dalam teatrikal melalui berbagai ancaman yang dapat mengganggu keberlanjutan sumber air. Mulai dari kerusakan hutan, pencemaran mata air, penggunaan air secara berlebihan hingga kebocoran jaringan yang menyebabkan air terbuang percuma.

PAM Tirta Kamuning ingin menunjukkan bahwa menjaga air dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan air seperlunya, menghemat air, menjaga mata air serta ikut merawat lingkungan menjadi bagian dari pesan yang akan dibawa dalam Karnaval Budaya.

“Mari gunakan air seperlunya, hemat air, jaga mata air, dan jaga lingkungan. Langkah-langkah sederhana tersebut memiliki arti besar untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi yang akan datang,” kata Ukas.

Semangat tersebut kemudian dirangkum melalui pesan “Tirta Kamuning Menjaga Air, Melayani Negeri.” Pesan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan air merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam penampilannya nanti, PAM Tirta Kamuning juga akan membawa sejumlah seruan untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap air dan lingkungan.

“Mari gunakan air seperlunya! Hemat air!”

“Mari jaga sumber kehidupan! Jaga mata air!”

“Mari lestarikan lingkungan! Jaga alam!”

Kehadiran PAM Tirta Kamuning dalam Karnaval Budaya nanti diharapkan tidak hanya menambah warna dalam agenda penutup Hari Jadi Kuningan ke-528, tetapi juga meninggalkan pesan tentang pentingnya menjaga sumber kehidupan untuk masa depan.

Sebab, keberadaan air hari ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menentukan keberlangsungan kehidupan generasi yang akan datang.

Ukas menegaskan, menjaga sumber air berarti menjaga kehidupan sekaligus memastikan Kuningan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Kalau kita ingin masyarakat kuat dan Kuningan terus melesat, maka sumber kehidupannya harus kita jaga bersama. Air harus kita rawat, lingkungan harus kita lestarikan,” kata Ukas.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup