Bertolak ke Puncak 3.078 Mdpl, Wanoja Perjuangan Bawa Misi Kemerdekaan
KUNINGANSATU.COM – Semangat Agustusan kali ini dibawa ke tempat yang tak biasa. Bukan sekadar upacara di lapangan, Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan memilih menapaki jalur pendakian Palutungan menuju Puncak Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 Mdpl untuk mengibarkan bendera Wanoja pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 49 orang tergabung dalam misi tersebut. Sejak dini hari, mereka telah berkumpul di titik awal pendakian untuk melakukan persiapan sebelum perjalanan menuju puncak dimulai.
Dari Palutungan, langkah demi langkah akan mereka tempuh. Perjalanan menuju puncak bukan hanya tentang mencapai ketinggian, tetapi juga membawa semangat kebersamaan, perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan, Indah Nur Aliah, mengatakan pendakian tersebut merupakan kolaborasi antara komunitas PDI Perjuangan dengan Pondok Pesantren Daarul Mukhlisin Kuningan.
“Pendakian ini merupakan kolaborasi antara komunitas PDI Perjuangan dengan Pondok Pesantren Daarul Mukhlisin Kuningan. Kami ingin memaknai kemerdekaan dengan semangat perjuangan, kebersamaan, serta kekuatan rohani dan jasmani,” ujar Indah di sela-sela persiapan pendakian, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, pendakian dipilih bukan semata-mata untuk mengejar puncak atau sekadar meramaikan peringatan kemerdekaan. Ada proses yang ingin dibangun di sepanjang perjalanan, mulai dari ketahanan fisik hingga kekuatan mental.
“Tujuan melakukan pendakian, di samping menyalurkan hobi olahraga melalui pendakian, juga sekaligus melatih mental dan fisik para pendaki. Dalam pendakian akan banyak menemukan rintangan dan persoalan yang harus diselesaikan secara kolektif,” jelasnya.
Bagi Indah, justru tantangan di sepanjang jalur menjadi bagian penting dari sebuah pendakian. Ketika medan semakin berat, setiap orang dituntut untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memperhatikan dan menguatkan anggota lainnya.
Di situlah nilai kebersamaan tumbuh. Persoalan yang muncul di perjalanan harus dihadapi bersama, sementara setiap langkah menuju puncak menjadi latihan untuk membangun kekompakan, kesabaran dan keberanian mengambil keputusan secara kolektif.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan makna perjuangan dalam memperingati kemerdekaan. Perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Ia bisa tumbuh dari kemampuan untuk bertahan, saling membantu dan terus bergerak ketika menghadapi rintangan.
Namun, ada pesan lain yang tak kalah penting. Pendakian ini juga menjadi cara untuk lebih dekat dengan alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kekayaan yang dimiliki Indonesia.
“Hal yang terpenting dalam pendakian ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada keindahan dan kekayaan alam raya,” kata Indah.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Pondok Pesantren Daarul Mukhlisin di bawah kepemimpinan KH Yayat Hidayat. Dari unsur Wanoja PDI Perjuangan, kegiatan turut melibatkan bidang Rohani dan Jasmani bersama Etik Kartika.
Kini, 49 orang yang tergabung dalam misi tersebut terus bergerak dari jalur Palutungan menuju Puncak Ciremai. Di ujung perjalanan, satu tujuan telah menanti yaitu mengibarkan bendera Wanoja di ketinggian pada Hari Kemerdekaan.
Indah pun meminta doa dari masyarakat agar seluruh rangkaian pendakian berjalan lancar dan seluruh anggota tim diberikan keselamatan hingga mencapai puncak maupun saat kembali dari perjalanan.
“Mohon doanya, semoga perjalanan kami diberikan kelancaran dan keselamatan. Mudah-mudahan misi ini bisa berjalan dengan baik dan bendera Wanoja dapat berkibar di Puncak Ciremai dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkas Indah.***















