Bukan Kali Pertama, TPSA Ciniru Juga Pernah Terbakar Hebat pada 2018
KUNINGANSATU.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, ternyata bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi dari salah satu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang bertugas di lokasi, kebakaran serupa sebelumnya pernah terjadi pada 2018.
Petugas Damkar, Dayat, menuturkan, kondisi kebakaran kali ini dinilai lebih sulit ditangani dibandingkan kejadian sebelumnya. Pasalnya, ketebalan timbulan sampah di lokasi saat ini diperkirakan telah mencapai kurang lebih 20 meter.
“Ini kejadian yang kedua. Sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2018. Tapi waktu itu kondisi ketebalan sampah belum seperti sekarang,” ujar Dayat saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (12/8/2026).
Menurut Dayat, ketebalan timbulan sampah tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman cukup sulit. Api tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi berpotensi masih menyala di bagian dalam timbulan sampah.
“Sekarang ketebalan sampah kurang lebih mencapai 20 meter. Jadi kemungkinan api masih menyala di dalam, itu yang membuat kita kesulitan untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan secara bertahap dan memastikan titik-titik yang telah dipadamkan benar-benar aman. Api yang berada di bagian dalam timbulan sampah dikhawatirkan dapat kembali muncul meskipun bagian permukaan terlihat telah padam.
Untuk menangani kebakaran tersebut, pihak Damkar Kabupaten Kuningan menurunkan dua regu dengan jumlah personel kurang lebih 24 orang. Dua regu tersebut yakni Regu 2 dan Regu 3.
“Dari Damkar sendiri menurunkan dua regu, kurang lebih 24 personel, yaitu Regu 2 dan Regu 3,” ungkap Dayat.
Ia menyebutkan, para petugas Damkar telah mulai berjibaku melakukan penanganan sejak sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
“Mulai dari jam 03.00 dini hari kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman,” katanya.***













