Curug Payung Jadi Magnet Baru Wisatawan, Sekda: Surga Tersembunyi di Kabupaten Kuningan!
KUNINGANSATU.COM – Suasana akhir pekan di kawasan Curug Payung, Desa Gunung Manik, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, tampak semakin ramai. Wisatawan dari berbagai daerah berdatangan untuk menikmati pesona alam yang mulai dikenal luas, tidak hanya oleh warga Kabupaten Kuningan, tetapi juga dari luar daerah.
Di tengah meningkatnya kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melihat Curug Payung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan pemberdayaan masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, S.Sos., M.Si., saat berkunjung ke Curug Payung bersama jajaran Disporapar Kabupaten Kuningan, Minggu (9/8/2026).
U Kusmana melihat langsung aktivitas wisatawan sekaligus geliat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata harus berorientasi pada manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Curug Payung ini ibarat surga tersembunyi di Kuningan, potensinya sangat luar biasa. Harus berdampak nyata kepada perekonomian dan pemberdayaan desa setempat,” ujar U Kusmana.
Ia menyebut, geliat ekonomi di sekitar Curug Payung mulai terlihat. UMKM telah tumbuh, sementara Karang Taruna setempat telah mengambil peran sebagai pemandu wisata dan mulai mendapatkan dampak ekonomi dari aktivitas tersebut.
“UMKM-nya tumbuh, peran Karang Tarunanya sudah berjalan sebagai pemandu wisata yang telah menghasilkan dampak ekonomi,” katanya.
Namun demikian, U Kusmana menilai potensi Curug Payung belum sepenuhnya maksimal. Salah satu persoalannya adalah fasilitas dan infrastruktur penunjang yang masih perlu dibenahi.
“Potensi tersebut belum maksimal karena fasilitas infrastrukturnya masih belum mendukung,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, U Kusmana juga melihat langsung bahwa wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuningan. Sejumlah pengunjung diketahui datang dari Ciledug, Cirebon, Brebes, Majalengka, serta berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.
“Para pengunjung tadi saya lihat berasal dari luar Kuningan, dari Ciledug, Cirebon, Brebes, Majalengka dan dari dalam Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Menurut U Kusmana, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Curug Payung memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk mendatangkan wisatawan lintas daerah. Potensi tersebut perlu ditangkap sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Dukungan terhadap pengembangan Curug Payung juga mendapat perhatian dari bidang ekonomi kreatif dan industri pariwisata Disporapar Kabupaten Kuningan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Kuningan, Dading Fajaruddin, S.Si., mengatakan keberadaan wisatawan harus dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurut Dading, sektor ekonomi kreatif dan UMKM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi wisata. Potensi lokal yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk maupun aktivitas ekonomi yang mendukung pengalaman wisatawan.
“Jangan sampai wisatawan hanya datang, menikmati destinasi, kemudian pulang. Harapannya ada perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif yang tumbuh di sekitar destinasi,” ujar Dading saat mendampingi Sekda dalam kunjungannya ke Curug Payung.
Ia juga menilai keterlibatan Karang Taruna sebagai pemandu wisata merupakan modal penting dalam pengembangan Curug Payung. Keterlibatan pemuda lokal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat desa sudah mulai mengambil peran dalam aktivitas kepariwisataan.
“Ketika masyarakat lokal sudah terlibat, terutama pemuda dan pelaku UMKM, itu menjadi modal penting untuk pengembangan destinasi. Tinggal bagaimana potensi tersebut terus diperkuat dan dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, sebagai bentuk dukungan awal Pemerintah Kabupaten Kuningan, U Kusmana menyampaikan adanya bantuan yang akan diberikan untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan Curug Payung.
Bantuan tersebut berupa dua unit tenda untuk UMKM serta rehabilitasi satu unit toilet di lokasi Curug Payung.
“Sudah saya janjikan bantuan dari Pak Bupati, dua tenda untuk UMKM dan merehab satu toilet di lokasi Curug Payung. Bantuan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Kabid Wisata dan Kabid Ekraf Disporapar,” kata U Kusmana.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan fasilitas dasar sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Curug Payung.
Pengembangan Curug Payung ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih jauh, destinasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi UMKM, ekonomi kreatif, pemuda desa, serta berbagai aktivitas usaha masyarakat.
Dengan potensi alam yang dimiliki, mulai ramainya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, serta keterlibatan masyarakat lokal, Curug Payung kini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang sekaligus menjadi penggerak ekonomi Desa Gunung Manik.***















