Telaga Biru Cicerem Kuningan Kian Diminati, Kini Hadir Jeep Offroad dan Wahana Seru

KUNINGANSATU.COM,- Wisata Telaga Biru Cicerem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Ketua Pengawas BUMDes Kaduela sekaligus Koordinator Event dan Entertainment Telaga Biru Cicerem, Diding Muhidin, mengatakan lonjakan kunjungan mulai terasa sejak beberapa tahun terakhir, seiring dengan penataan kawasan dan inovasi wahana wisata.

“Sekarang bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga dari luar kabupaten, luar provinsi, bahkan mancanegara. Bus pariwisata dan kendaraan besar sudah sering masuk ke sini,” kata Diding.

Telaga Biru Cicerem dikenal dengan warna airnya yang biru alami. Menurutnya, hasil kajian ekologis menyebutkan warna biru tersebut dipengaruhi oleh kedalaman telaga serta hamparan pasir putih di dasar air.

“Ini bukan sekadar nama, tapi memang warna airnya biru. Itu yang jadi keunikan utama,” ujarnya.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari spot foto ayunan tunggal dan ganda, ayunan burung, dermaga selfie, perahu dayung, hingga gazebo untuk bersantai. Selain itu, tersedia pendopo dan sanggar yang dapat digunakan untuk kegiatan rombongan seperti family gathering.

Inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah wahana Jeep Offroad yang telah berjalan sekitar enam bulan terakhir. Wahana ini menawarkan dua paket, yakni rute 4 kilometer dengan tarif Rp400 ribu dan rute 6 kilometer seharga Rp500 ribu per unit Jeep dengan kapasitas maksimal empat orang.

“Antusiasme pecinta Jeep Offroad cukup tinggi. Banyak yang datang untuk menikmati tantangan dan adrenalin,” ungkapnya.

Untuk tiket masuk kawasan wisata, pengunjung dikenakan tarif Rp15 ribu. Sementara wahana tambahan dikenakan biaya terpisah, seperti ayunan Rp8 ribu, perahu dayung Rp10 ribu per orang, serta jasa fotografer Rp10 ribu untuk tiga foto.

Wisata Telaga Biru Cicerem buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WIB, dengan toleransi pengunjung berada di area hingga pukul 18.00 WIB.

Ke depan, pengelola berkomitmen melakukan penataan ringan tanpa menghilangkan karakter alam kawasan tersebut.

“Ini wisata alam. Inovasi ke depan lebih ke penataan supaya nyaman, tapi tetap menjaga keaslian alamnya,” tutup Diding.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup