Wamendagri Akhmad Wiagus Tekankan Integritas dan Sinergitas ASN di Retret Kuningan
KUNINGANSATU.COM,- Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiagus, menegaskan pentingnya integritas, peningkatan kapasitas, dan sinergitas aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung pembangunan daerah. Penegasan itu disampaikan saat membuka Retret Peningkatan Kapasitas Manajerial, Penguatan Integritas dan Sinergitas Pejabat Administrator (Eselon III.a) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Ballroom Arya Kamuning, Lantai 3 Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan tersebut diikuti oleh para pejabat administrator serta dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran pimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Akhmad Wiagus menyampaikan bahwa birokrasi modern tidak lagi bertumpu pada figur individual semata, melainkan membutuhkan kerja tim yang solid. Menurutnya, pemerintah tidak hanya membutuhkan “superman” atau “superwoman”, tetapi super team yang mampu bekerja kolaboratif demi mencapai visi pembangunan nasional dan daerah.
“Integritas adalah fondasi paling dasar. Orang yang berintegritas akan sadar bahwa meningkatkan kapasitas itu sebuah kebutuhan. Kejujuran bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri bahwa kita masih perlu belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, retret kepemimpinan merupakan instrumen strategis pemerintah untuk menyelaraskan visi dan program antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui forum tersebut, para pejabat diharapkan memiliki mindset yang sama dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wamendagri juga menyinggung peran ASN di era digital yang dituntut adaptif, inovatif, dan mampu mengelola perubahan organisasi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Mengakhiri sambutannya, Akhmad Wiagus optimistis pelaksanaan retret ini akan memperkuat kualitas kepemimpinan birokrasi di Kabupaten Kuningan. Ia pun secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan mampu melahirkan aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
















