Usai ASN Karaokean Jadi Sorotan, Kini Guru SD Dikomplain Orang Tua Gegara Sering TikTokan di Kelas
KUNINGANSATU.COM – Belum reda sorotan terhadap video sejumlah perempuan yang diduga ASN Kabupaten Kuningan berlenggak-lenggok sambil bernyanyi karaoke, kini muncul persoalan lain yang melibatkan seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cipicung.
Seorang orang tua siswa berinisial AS mengeluhkan perilaku seorang guru SD di wilayah tersebut yang dinilai gemar membuat konten TikTok dengan berjoget-joget saat jam sekolah, bahkan di dalam ruang kelas.
Menurut AS, aktivitas tersebut terkadang juga melibatkan siswa. Ia menilai pembuatan konten semacam itu tidak berkaitan dengan materi pembelajaran dan dikhawatirkan memberikan pengaruh kurang baik terhadap siswa.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya, S.Pd., M.M., mengatakan pihaknya sebenarnya telah berulang kali mengingatkan para guru agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, khususnya ketika berada di lingkungan sekolah.
“Saya sering memberikan pemahaman untuk hati-hati bermedsos, di kelas jangan suka main HP, apalagi membuat konten-konten yang tidak ada kaitannya dengan materi pembelajaran,” kata Surya, Kamis (20/8/2026).
Terkait keluhan orang tua siswa tersebut, Surya memastikan pihaknya akan menindaklanjuti informasi itu sebagai bahan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan.
Menurutnya, video yang dimaksud sejauh ini masih dalam batas yang dianggap aman. Namun, sebagai pendidik, guru tetap perlu memperhatikan konteks dan tujuan ketika membuat konten di lingkungan sekolah.
“Videonya sih masih aman, cuma sebagai guru sebaiknya apabila akan membuat praktik baik harus berhubungan dengan materi pembelajaran. Hatur nuhun masukannya Om, sebagai bahan pembinaan, akan dikomunikasikan dengan kepala sekolahnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Surya menilai keberadaan media sosial di lingkungan pendidikan sebenarnya tidak selalu berdampak negatif. Jika dimanfaatkan secara tepat, media sosial justru dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus media untuk memperkenalkan berbagai keunggulan sekolah kepada masyarakat.
Menurutnya, media sosial saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para guru dan sekolah. Karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif dan edukatif.
Terlebih, kata Surya, sekolah negeri saat ini menghadapi tantangan berupa rendahnya minat sebagian orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dibandingkan sekolah swasta.
Karena itu, media sosial dapat dimanfaatkan sekolah untuk menunjukkan berbagai program, prestasi, kegiatan, maupun keunggulan yang dimiliki sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik sekolah di mata calon peserta didik dan orang tua.
Selain sebagai sarana promosi sekolah, media sosial juga dapat menjadi jembatan bagi orang tua untuk mengetahui berbagai aktivitas anak selama berada di lingkungan sekolah.
Meski demikian, Surya mengingatkan pemanfaatan media sosial oleh guru harus tetap memperhatikan etika, waktu, tempat, serta tujuan pembuatan konten agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
“Media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita justru menganjurkan agar media sosial bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan untuk menunjukkan keunggulan sekolah, sehingga bisa menjadi daya jual kepada orang tua calon siswa sekaligus sarana bagi orang tua untuk memantau kegiatan anak-anaknya di sekolah,” pungkasnya.***














