Tutup Botol Jangan Dibuang! KKN UM Kuningan Ubah Sampah Jadi Kerajinan Macrame

KUNINGANSATU.COM,- Sampah plastik tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di tangan kreatif, benda yang dianggap tak berguna bisa kembali memiliki nilai. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan Desa Gunungaci melalui program Waste of Zero di PAUD Matla’ul Hikmah, Dusun Kancana, Desa Gunungaci, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi sekaligus praktik sederhana tentang cara memilah dan memanfaatkan sampah, khususnya tutup botol plastik. Anak-anak PAUD diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.

Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN UM Kuningan Desa Gunungaci dengan Salma Project, sebuah komunitas yang bergerak di bidang craft education. Melalui kolaborasi tersebut, sampah tutup botol plastik dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk kerajinan.

Dalam program tersebut, sebanyak 25 tutup botol plastik dapat ditukarkan dengan satu gantungan macrame hasil kerajinan tangan. Konsep serupa juga diterapkan kepada anak-anak PAUD Matla’ul Hikmah. Setiap anak yang membawa tutup botol plastik mendapatkan satu gantungan kunci macrame sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk ikut menjaga lingkungan.

Bagi anak-anak, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas menukarkan sampah dengan hadiah. Mereka juga mendapatkan pemahaman sederhana mengenai perbedaan sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dan sampah yang harus dibuang pada tempatnya.

Guru PAUD Matla’ul Hikmah Dusun Kancana, Bunda Yuli, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN dan Salma Project yang telah memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada anak-anak.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran anak sejak dini agar terbiasa memilah sampah dan melihat barang bekas dari sudut pandang yang lebih kreatif.

“Semoga edukasi dan program ini dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak agar bisa memilah dan memilih sampah serta memanfaatkannya dengan kreatif, sehingga dapat mengurangi volume sampah, khususnya sampah plastik,” ungkap Bunda Yuli.

Mahasiswa KKN UM Kuningan Desa Gunungaci juga berharap program Waste of Zero tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN. Program tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.

“Semoga program ini dapat bermanfaat dan bisa dilaksanakan, dilanjutkan, serta dikolaborasikan untuk memberikan dampak yang lebih baik di masa yang akan datang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PAUD Matla’ul Hikmah dan Salma Project yang telah mendukung program kerja kami,” ujar Linda, mahasiswa KKN Desa Gunungaci.

Suasana kegiatan pun berlangsung penuh keceriaan. Senyum terlihat di wajah anak-anak PAUD ketika mereka menerima gantungan kunci macrame setelah menyerahkan tutup botol plastik yang telah dikumpulkan.

Dari kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa KKN UM Kuningan ingin menanamkan pesan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kebiasaan memilah dan memanfaatkan sampah sejak dini bisa menjadi langkah kecil yang, jika dilakukan bersama-sama, mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa mendatang.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup