Servis Gratis Buat Ojol Kuningan, Polisi Titip Pesan Soal Knalpot Brong
KUNINGANSATU.COM – Bagi pengemudi ojek online (ojol), sepeda motor bukan sekadar kendaraan, tetapi menjadi penopang utama aktivitas sehari-hari. Hampir setiap waktu mereka berada di jalan untuk mengantar penumpang maupun pesanan. Karena itu, kondisi kendaraan yang prima menjadi bagian penting untuk menunjang keselamatan sekaligus kelancaran dalam bekerja.
Hal itulah yang menjadi perhatian Polres Kuningan. Sebanyak 70 pengemudi ojol mendapat layanan servis sepeda motor dan penggantian oli mesin secara gratis dalam kegiatan yang digelar di dua lokasi, yakni Taman Kota (Tamkot) Kuningan dan Mapolres Kuningan, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut tak berhenti pada urusan mesin dan oli. Para pengemudi juga mendapatkan vitamin, pemeriksaan kesehatan serta sosialisasi keselamatan berkendara atau safety riding.
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon mengatakan, layanan servis gratis diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap para pengemudi ojol yang sehari-hari mengandalkan sepeda motor untuk menjalankan aktivitasnya.
“Kami memberikan servis gratis untuk kendaraan roda dua, khususnya bagi pengendara dari komunitas ojek online. Selain servis gratis, kami juga memberikan vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan sosialisasi safety riding,” ujar Aktuin.
Menurut Aktuin, kendaraan yang terawat menjadi salah satu faktor yang tidak bisa dipisahkan dari keselamatan berlalu lintas. Sepeda motor yang digunakan setiap hari dengan mobilitas tinggi perlu mendapat perhatian agar tetap dalam kondisi layak dan aman digunakan.
Karena itu, polisi sekaligus memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengingatkan para pengemudi mengenai sejumlah aspek keselamatan di jalan, termasuk soal penggunaan knalpot.
Para pengemudi ojol diminta tidak menggunakan knalpot bising atau knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Kami juga menyosialisasikan agar tidak menggunakan knalpot bising atau brong karena itu mengganggu pengendara lain. Jalan raya digunakan bersama, bukan hanya oleh satu atau dua orang,” katanya.
Bagi kepolisian, komunitas ojol memiliki posisi yang cukup strategis. Mobilitas mereka yang tinggi membuat para pengemudi hampir setiap hari berinteraksi dengan masyarakat dan melintasi berbagai ruas jalan di wilayah Kuningan.
Kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi para pengemudi ojol untuk menjadi mitra kepolisian dalam ikut menyebarkan pesan-pesan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada sesama pengguna jalan.
Aktuin berharap pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah para pengemudi meninggalkan lokasi. Ia ingin para pengemudi ojol ikut menyampaikan kembali pentingnya tertib berlalu lintas, termasuk menghindari penggunaan knalpot brong.
“Kami berharap rekan-rekan ojol yang sudah mendapatkan sosialisasi ini juga bisa menyampaikan kepada pengendara lainnya agar tidak menggunakan knalpot brong,” ujarnya.***















