Sangkanurip Alami Mau Diambil Alih? Pemkab Kuningan Mulai Cek Seluruh Aset

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai melakukan langkah serius untuk mengoptimalkan aset daerah di kawasan wisata Pemandian Air Panas Sangkanurip Alami, Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui ground check atau pemeriksaan lapangan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Tata Pemerintahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menginventarisasi seluruh sarana dan prasarana yang ada di kawasan wisata tersebut sebelum berakhirnya masa kerja sama dengan investor lama.

“Tim gabungan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi aset yang ada, mulai dari saluran teknis, air bersih, pembuangan, elektrikal, dan fasilitas lainnya,” ujar Deden saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, pendataan tersebut penting sebagai dasar proses serah terima aset dari pihak investor lama kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Setelah masa kerja sama berakhir dan aset diserahkan ke pemerintah daerah, baru nanti kita membuka peluang bagi investor baru yang ingin bekerja sama mengelola kawasan ini,” katanya.

Deden menegaskan, hingga saat ini belum ada investor baru yang ditetapkan. Namun, Pemkab Kuningan akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para investor yang berminat.

“Kalau yang sudah bertanya memang ada, tapi belum ada yang ditetapkan. Nanti semua investor bisa menawarkan kerja sama investasi secara terbuka dan bersaing sehat untuk mendapatkan mitra terbaik,” ucapnya.

Ia menambahkan, optimalisasi aset daerah menjadi salah satu strategi Pemkab Kuningan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Jangan hanya mengandalkan pajak dan retribusi. Kita ingin aset pemerintah bisa bekerja menghasilkan pendapatan. Mudah-mudahan ke depan, optimalisasi aset ini bisa menjadi salah satu tulang punggung kontribusi PAD Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup