Ratusan Siswa SMAN 1 Luragung Diduga Keracunan, Ini Kata Ketua Satgas MBG

KUNINGANSATU.COM,- Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, memastikan pihaknya telah melakukan langkah cepat menangani dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SMA Negeri 1 Luragung. Peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at, 3 Oktober 2025, dan diduga berasal dari konsumsi menu ayam kecap yang tercium berbau tidak sedap.

“Tim dari Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG langsung turun ke lapangan. Kami pastikan seluruh siswa yang mengalami gejala sudah mendapatkan penanganan medis,” ujar Wahyu saat ditemui di Puskesmas Luragung.

Menurut Wahyu, jumlah siswa SMA Negeri 1 Luragung yang dilaporkan tidak masuk sekolah mencapai 113 orang. Selain itu, terdapat pula 97 siswa SMP di wilayah Kecamatan Luragung yang tidak masuk karena sakit. Namun, ia menegaskan bahwa belum seluruhnya dapat dipastikan berkaitan dengan dugaan keracunan MBG.

“Dari hasil pendataan kami, 84 siswa sudah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Luragung. Tujuh di antaranya sempat dirawat inap, dan sekarang empat orang masih dalam perawatan intensif, sementara tiga siswa lainnya sudah dipulangkan. Ada juga lima siswa yang dirawat di KMC Luragung,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, sampel makanan ayam kecap yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diamankan dan dikirim untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber pasti penyebab kasus dan mencegah spekulasi di tengah masyarakat.

“Pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar kami untuk menentukan langkah selanjutnya. Sambil menunggu hasil, kami fokus pada penanganan siswa dan memastikan seluruh korban mendapat perawatan layak,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, Satgas MBG Kabupaten Kuningan memutuskan menutup sementara kegiatan SPPG (Satuan Pendidikan Pemberi Gizi) di wilayah terdampak hingga hasil laboratorium keluar.

“Ini bentuk kehati-hatian kami agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Wahyu.

Ia juga memastikan bahwa tim Satgas telah berkoordinasi dengan Camat Luragung, Kepala Sekolah, dan unsur Forkopimda, serta akan melakukan investigasi epidemiologi untuk menelusuri rantai penyebab dugaan keracunan massal tersebut.

Dr. Wahyu menegaskan komitmen Satgas MBG Kabupaten Kuningan untuk melakukan pelaporan terbuka dan berkala kepada masyarakat serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia juga meminta semua pihak tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar.

“Kami minta masyarakat tenang. Semua siswa yang terdampak dalam pemantauan kami. Hasil laboratorium akan kami sampaikan secara terbuka segera setelah keluar,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup