Harga Pertamax Meroket, PMII STAIKU Ingatkan Pemerintah soal Beban Masyarakat

KUNINGANSATU.COM,- Kenaikan harga Pertamax hingga mencapai Rp16.25! per liter menjadi kabar yang cukup mengejutkan bagi masyarakat. Bagi sebagiannya kalangan, kebijakan ini mungkin dianggap sebagai konsekuensi dari naik turunnya harga minyak dunia. Namun bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja, kuliah, berdagang, dan memenuhi kebutuhan hidup, kenaikan ini merupakan beban tambahan yang nyata.

Menurut saya, kenaikannya Pertamax tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi makro atau keseimbangan pasar energi. Pemerintah juga perlu melihat kondisi riil masyarakat yang saat ini masih berjuang menghadapi tingginya biaya hidup. Ketika harga bahan bakar naik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat, saya melihat bahwa kebijakan energi harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial. Negara memang memiliki tantangan dalam menjaga stabilitas anggaran, tetapi di sisi lain masyarakat juga memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru semakin mempersempit ruang hidup masyarakat kecil.

Kenaikan Pertamax juga menjadi pengingat bahwa Indonesia perlu lebih serius membangun kemandirian energi. Ketergantungan terhadap dinamika pasar global membuat masyarakat selalu menjadi pihak yang paling rentan menerima dampak ketika terjadi gejolak harga minyak dunia. Oleh karena itu, diperlukan langkah jangka panjang yang mampu menciptakan ketahanan energi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Saya berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penyesuaian harga, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat meringankan beban masyarakat. Sebab ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan hanya pada stabilitas ekonomi negara, melainkan juga pada sejauh mana kebijakan tersebut mampu menjaga kesejahteraan rakyat.

Bagi saya, kenaikan Pertamax bukan sekadar soal bahan bakar yang semakin mahal, tetapi tentang bagaimana negara hadir di tengah kesulitan yang sedang dirasakan masyarakat.

Oleh: Aang Kabid keagamaan PMII STAIKU

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup