Pengelola Parkir Sangkanurip Alami Berharap Investor Baru Bawa Perubahan Besar

KUNINGANSATU.COM,- Wacana masuknya investor baru untuk pengelolaan Objek Wisata Pemandian Air Panas Sangkanurip Alami, Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, mendapat respons positif dari petugas parkir setempat.

Mereka berharap, hadirnya pengelola baru nantinya mampu membawa perubahan dan inovasi agar wisata legendaris tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan.

Yayat (50), warga asli Sangkanurip yang telah lama mengelola parkir di kawasan wisata tersebut, mengatakan sejauh ini kondisi keamanan dan keterlibatan masyarakat sudah cukup baik. Namun, menurutnya, daya tarik wisata perlu ditingkatkan agar tidak kalah bersaing dengan destinasi baru yang terus bermunculan di Kabupaten Kuningan.

“Kalau ada pengelola baru mah pengennya diperbarui, di-upgrade supaya ada daya tarik baru buat pengunjung. Karena sekarang wisata baru sudah banyak, jadi orang kadang bosan kalau suasananya gitu-gitu aja, Kemudian kalo bisa kembali seperti dulu lahi buka 24 Jam,” ujarnya saat ditemui, Selasa (19/5/2026).

Menurut Yayat, kekuatan utama Sangkanurip Alami hingga saat ini masih bertumpu pada sumber air panas alami yang dimiliki. Ia menyebut, tanpa potensi tersebut, wisata itu kemungkinan sudah kehilangan pengunjung.

“Kalau enggak ada nilai jual air panas, mungkin sudah mati. Untungnya di sini punya ciri khas air panas alami,” katanya.

Ia juga menilai, keterlibatan masyarakat lokal selama ini sudah cukup terasa. Hampir 90 persen pekerja di kawasan wisata berasal dari warga Desa Sangkanurip.

Meski demikian, Yayat berharap investor baru nantinya tidak menghilangkan kebiasaan lama yang sudah melekat di masyarakat, seperti kebijakan warga sekitar yang bisa menikmati pemandian tanpa biaya tertentu.

“Kalau bisa tradisi masyarakat sini tetap dijaga. Karena warga juga ikut menjaga keamanan dan ketertiban di sini,” ucapnya.

Senada dengan Yayat, petugas parkir lainnya, Andi (46), juga mendukung jika nantinya ada pembaruan dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Warga asli Sangkanurip itu mengaku sudah sekitar 25 tahun bekerja di area parkir wisata air panas tersebut dan merasakan langsung perubahan jumlah pengunjung dari masa ke masa.

“Dulu sebelum COVID-19 di sini ramai sekali. Setelah pandemi dan muncul banyak wisata baru, pengunjung mulai turun,” kata Andi.

Ia mengatakan, saat ini keramaian hanya terasa pada malam akhir pekan atau hari libur nasional. Menurutnya, kondisi itu menjadi tanda bahwa kawasan wisata perlu pembaruan agar kembali diminati wisatawan.

“Kalau menurut saya memang harus diperbaharui. Jangan gitu-gitu aja. Wisata ini kan sudah legend,” ujarnya.

Andi mengaku mendengar kabar bahwa nantinya akan ada pembangunan dan penataan baru di kawasan wisata, termasuk perubahan posisi kios pedagang agar terlihat lebih tertata.

“Dengar-dengar nanti ada perubahan, ada gambar pembangunan baru juga. Mudah-mudahan jadi lebih bagus,” katanya.

Baik Yayat maupun Andi berharap, siapapun investor atau pengelola baru nantinya, tetap melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang maupun pekerja parkir di kawasan Sangkanurip Alami.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup