Pemda Kuningan Gandeng Rumah Tani, Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber PAD dan Ketahanan Pangan
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan resmi menjalin kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara dalam upaya mengoptimalkan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk sektor pertanian. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung di lahan Pemda Awirarangan, Jumat (30/1/2026).
Kerja sama ini ditandatangani sebagai langkah strategis Pemda Kuningan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, dengan tetap mematuhi regulasi tata ruang dan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 271 titik lahan milik pemerintah daerah yang belum termanfaatkan secara optimal. Salah satu di antaranya adalah lahan seluas 10 hektare dalam satu hamparan yang kini mulai diolah melalui kerja sama dengan Rumah Tani Nusantara.
“Awalnya lahan ini sempat ditawarkan kepada investor hotel. Namun karena statusnya LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), tentu tidak bisa dialihfungsikan. Maka kami arahkan untuk kerja sama di sektor pertanian agar tetap sesuai aturan,” ujar Deden.
Ia menyebutkan, Pemda Kuningan dalam waktu dekat akan meluncurkan pendataan digital berupa e-book dan video pendek yang memuat peta, koordinat, serta visualisasi seluruh aset lahan daerah tersebut. Langkah ini ditujukan untuk membuka peluang investasi yang transparan dan terukur.
“Dalam satu bulan ke depan, seluruh 271 titik lahan akan terdokumentasi secara digital agar mudah dipasarkan kepada investor yang sejalan dengan kebijakan daerah,” tambahnya.
Saat ini, kerja sama yang telah berjalan mencakup 17,3 hektare, terdiri dari 11,8 hektare sawah dan 6,5 hektare lahan kebun. Dari luasan tersebut, Pemda Kuningan menargetkan PAD sebesar Rp160 juta pada tahun pertama, jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, di mana lahan seluas 45 hektare hanya menghasilkan sekitar Rp43 juta per tahun.
Selain peningkatan PAD, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penanaman komoditas pangan strategis seperti padi varietas cepat panen dan tanaman hortikultura penyumbang inflasi (volatile food).
Sementara itu, CEO PT Rumah Tani Nusantara, Bachtiar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki nilai emosional tersendiri karena Rumah Tani lahir dan berproses di Kabupaten Kuningan sejak 2021.
“Rumah Tani ini lahir di kaki Gunung Ciremai. Membangun ekosistem pertanian tidak bisa instan, perlu proses panjang. Alhamdulillah sekarang kami sudah beroperasi di Sumatera, Jawa, dan Bali,” ungkap Bachtiar.
Ia juga menceritakan pengalaman Rumah Tani dalam mendukung pengendalian inflasi nasional, termasuk distribusi komoditas cabai dari Aceh ke Jakarta yang melibatkan berbagai lembaga negara.
“Target akhirnya kami ingin tanam cabai. Tapi tahap awal kami mulai dengan padi dan jagung, sambil membangun pemahaman petani lokal. Setelah ekosistem terbentuk, baru kita naikkan ke hortikultura,” jelasnya.
Bachtiar menegaskan komitmen perusahaannya untuk langsung merealisasikan kewajiban kerja sama, termasuk pembayaran kontribusi kepada daerah, serta memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari kelurahan setempat.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemda Kuningan juga merencanakan insentif sebesar 4 persen dari retribusi PAD bagi kelurahan yang berperan aktif dalam proses optimalisasi aset daerah.
Acara ditutup dengan permohonan sambutan dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., serta penandatanganan PKS oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan selaku pengelola barang milik daerah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model pemanfaatan aset daerah yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi ekonomi masyarakat Kuningan.















