Pedagang Ramadan Ditata ke Alun-alun Cigugur, Cegah Kemacetan dan Risiko Kecelakaan Saat Ngabuburit

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kelurahan Cigugur mengambil langkah penertiban terhadap pedagang musiman Ramadan yang sebelumnya berjualan di trotoar dan pinggir jalan. Para pedagang kini dipusatkan ke area Alun-alun Cigugur, Sabtu (21/2/2026), guna menjaga kenyamanan, keamanan, serta kelancaran arus lalu lintas saat jam ngabuburit.
Lurah Cigugur, Dadan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan relokasi permanen, melainkan penataan pedagang yang memang muncul secara musiman setiap Ramadan.
“Bukan relokasi. Karena pedagangnya berdagang saat bulan Ramadan atau tahunan dan berdatangan menempati trotoar,” ujarnya saat ditemui di Alun-alun Cigugur.
Menurutnya, aktivitas jual beli yang memadati bahu jalan berpotensi menimbulkan kemacetan hingga risiko kecelakaan. Karena itu, kelurahan berinisiatif melakukan penataan dengan pendekatan koordinatif.
“Kami berkoordinasi dengan camat, kasi pemerintahan kelurahan, Linmas, serta RT setempat untuk memindahkan ke area alun-alun supaya tertib dan rapi. Jalan tidak macet, pedagang dan pembeli pun lebih tenang,” jelasnya.
Terkait kemungkinan dijadikan agenda rutin setiap Ramadan, Dadan menyebut hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut. “Untuk agenda rutin mungkin nanti harus didiskusikan dan dipikirkan secara matang,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang takjil, Risel Mega Salsa, mengaku baru dua hari berjualan pada Ramadan tahun ini. Hari pertama ia membuka lapak di pinggir jalan, dan pada hari kedua dipindahkan ke kawasan alun-alun.
“Kalau di sini selama Ramadan baru dua hari. Hari pertama di samping jalan, baru hari ini di seberang alun-alun,” tuturnya.
Risel yang menjajakan es mangga, jelly ball, dan puding karamel menilai pemindahan tersebut membawa dampak positif, terutama dari sisi keselamatan.
“Menurut saya lebih efektif dan efisien. Mengurangi kemacetan serta kecelakaan. Kemarin katanya ada ibu-ibu keserempet. Jadi sekarang pejalan kaki dan yang jajan lebih aman,” katanya.
Untuk omzet, ia belum bisa membandingkan secara pasti karena baru hari pertama berjualan di lokasi baru. Namun ia berharap penataan ini dapat meningkatkan penjualan sekaligus menciptakan suasana yang lebih tertib.
“Harapannya semoga laris, omzet makin tinggi, dan ke depannya bisa lebih tertib seperti ini lagi, tidak ada yang di pinggir jalan supaya lebih aman,” ucapnya.
Dengan pemusatan pedagang di Alun-alun Cigugur, pemerintah kelurahan berharap suasana Ramadan tetap kondusif, aktivitas ekonomi masyarakat berjalan, serta keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.


















