Langsung Disambut Antusias! Debut ORADO di Porpemdes Diikuti 22 Tim
KUNINGANSATU.COM,- Cabang olahraga Domino untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Pemerintah Desa (Porpemdes) Kabupaten Kuningan 2026. Kompetisi yang digelar di J&J, Sabtu (4/7/2026), menjadi langkah awal ORADO Kuningan dalam menjaring bibit atlet sekaligus mendorong domino menjadi olahraga prestasi .
Ketua ORADO Kuningan, dr. H. Agah Nugraga, menyampaikan apresiasi kepada panitia Porpemdes yang telah memberikan kepercayaan kepada olahraga domino untuk dipertandingkan dalam ajang tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan domino di Porpemdes bukan sekadar menambah cabang pertandingan, tetapi juga menjadi momentum untuk menemukan atlet-atlet potensial dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan.
“Alhamdulillah, melalui kejuaraan ini kami bisa melihat dan menjaring calon-calon atlet yang memiliki potensi. Dengan adanya kompetisi seperti ini, kami jadi mengetahui siapa saja pemain yang nantinya bisa dibina lebih lanjut,” ujar Agah.
Semula panitia menargetkan peserta dari seluruh 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan. Namun hingga penutupan pendaftaran hanya 22 tim yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, empat tim dinyatakan kalah walk over (WO) karena terlambat hadir di arena pertandingan, sehingga total hanya 18 tim yang mengikuti kompetisi hingga selesai.
Hasil akhir menempatkan Kecamatan Luragung sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Pancalang di posisi kedua, sementara Kecamatan Darma berhasil meraih peringkat ketiga.
Ia menambahkan, ORADO Kuningan juga mulai membentuk klub-klub binaan sebagai langkah pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ke depan, klub-klub tersebut akan dipertandingkan dalam format liga sebagai wadah peningkatan kemampuan atlet.
Selain itu, ORADO juga memiliki rencana memperkenalkan olahraga domino ke lingkungan sekolah. Namun program tersebut masih menunggu waktu yang tepat setelah tahap promosi kepada masyarakat selesai.
“Di tingkat provinsi sudah mulai masuk ke SMA dan SMK. Untuk Kuningan belum, karena saat ini masih masa libur sekolah dan kami masih fokus pada tahap sosialisasi,” jelasnya.
Agah menegaskan bahwa domino yang dikembangkan ORADO bukan sekadar permainan tradisional, melainkan olahraga yang memiliki regulasi nasional. Seluruh aturan pertandingan mengacu pada ketentuan PB ORADO Pusat sehingga berlaku seragam di seluruh Indonesia.
“Kalau masyarakat mengenalnya seperti gapleh, memang dasarnya mirip. Tetapi domino olahraga memiliki aturan yang lebih modern dan baku. Ini merupakan olahraga otak yang menuntut strategi, konsentrasi, dan kemampuan berpikir,” tuturnya.
Ia juga menegaskan slogan yang terus diusung ORADO, yakni “Domino Naik Kelas” dan “ORADO Memintarkan Masyarakat”, sebagai bentuk komitmen menjadikan domino sebagai olahraga yang edukatif sekaligus kompetitif.
Sementara itu, Tim Teknis Pertandingan, Adrian Suwari Permana, M.Pd., mengatakan Porpemdes 2026 menjadi pengalaman pertama domino dipertandingkan pada ajang antarkecamatan di Kabupaten Kuningan.
Menurut Adrian, pelaksanaan pertandingan berlangsung relatif lancar. Kendala terbesar hanya keterlambatan sejumlah peserta yang mengakibatkan empat tim harus dinyatakan WO sesuai regulasi.
“Secara keseluruhan tidak ada kendala berarti. Yang paling menonjol hanya keterlambatan peserta datang ke venue karena sebagian masih mengikuti kegiatan lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh pertandingan menggunakan sistem two winning set, yakni peserta harus meraih dua kemenangan untuk memastikan lolos ke babak berikutnya maupun menjadi pemenang pertandingan. Khusus perebutan tempat ketiga, pertandingan hanya dimainkan satu kali kemenangan sesuai keputusan panitia.
Adrian berharap keberhasilan pelaksanaan domino di Porpemdes tahun ini dapat menjadi awal dari penyelenggaraan yang lebih rutin pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan olahraga domino kembali dipertandingkan di Porpemdes dan menjadi agenda tetap sehingga pembinaan atlet di daerah semakin berkembang,” pungkasnya.
















