KUNINGANSATU.COM,- Masyarakat Kabupaten Kuningan digemparkan oleh kabar meninggalnya seorang siswi SMAN 1 Kadugede yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi itu beredar luas melalui pesan broadcast dan pemberitaan sejumlah media daring, yang menyebutkan bahwa siswi tersebut meninggal dunia akibat keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (13/10/2025).
Dalam pemberitaan yang beredar, orang tua almarhumah disebut sempat menyampaikan bahwa putrinya merasa pusing usai mengonsumsi menu MBG. Kabar ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan publik, bahkan sempat memicu tudingan terhadap kualitas menu MBG yang disalurkan di sekolah-sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mensuplai MBG ke SMA Negeri 1 Kadugede, Dimas Rizqi Rijalul Fikri, S.Ap, menyampaikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut dengan mengonfirmasi ke pihak sekolah dan rekan-rekan almarhumah.
“Saya atas nama SPPG turut berduka cita atas meninggalnya salah satu siswi SMAN 1 Kadugede. Namun kami memastikan, berdasarkan hasil klarifikasi lapangan, bahwa informasi yang beredar di pesan broadcast dan media daring tersebut tidak benar adanya,” tegas Dimas, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, menu yang disebut dalam pemberitaan sebagai “ayam kering” tidak sesuai dengan data dapur MBG.
“Kami telah cek, menu yang disajikan pada hari Senin itu adalah ayam gule kemangi, bukan ayam kering sebagaimana disebutkan dalam keterangan orang tua,” ujarnya.
Dari hasil konfirmasi, pihak sekolah menyatakan bahwa pada hari Senin tersebut tidak ada kejadian negatif di lingkungan sekolah. Rekan-rekan almarhumah justru menyebut bahwa siswi itu sudah terlihat pucat sejak pagi dan hanya mengonsumsi buah jeruk tanpa menyentuh menu MBG. Setelah hari itu, almarhumah tidak masuk sekolah selama tiga hari berturut-turut (Selasa, Rabu, dan Kamis).
“Pada hari Kamis, orang tua almarhumah menelpon wali kelas dan menyampaikan bahwa anaknya mengalami muntah dan kejang-kejang. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia,” kata Dimas.
Dimas juga membantah kabar lain yang menyebut adanya tiga siswi lain yang mengalami gejala serupa dan dirawat di rumah sakit.
“Setelah kami verifikasi, informasi itu juga tidak benar. Tidak ada laporan siswi lain yang mengalami keluhan serupa,” tegasnya.
Selain itu, rekan sekelas almarhumah menuturkan bahwa sejak kelas X hingga kelas XII, almarhumah dikenal sebagai pribadi tertutup dan memang sering absen karena kondisi kesehatan.
“Berdasarkan hasil penelusuran, kami memastikan bahwa peristiwa meninggalnya siswi SMAN 1 Kadugede tidak berkaitan dengan konsumsi menu MBG,” pungkas Dimas.***
Post Views: 12