Cilacap Geger 100 SPPG Fiktif, Bagaimana dengan Kuningan? Ini Jawaban Satgas dan SPPI

KUNINGANSATU.COM – Temuan 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga fiktif di Kabupaten Cilacap menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kuningan. Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Satgas Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (P3MBG) memastikan akan melakukan pengecekan dan verifikasi data untuk memastikan seluruh titik SPPG yang terdaftar benar-benar ada dan sesuai kondisi di lapangan.

Ketua Satgas P3MBG Kabupaten Kuningan yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, S.Sos., M.Si, mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan pencocokan data bersama Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

“Kita coba cek and ricek data SPPG dulu dari korwil SPPI,” kata U Kusmana kepada kuningansatu, Rabu (24/6/2026).

Setelah data dinyatakan valid, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi lapangan dengan melibatkan para camat yang tergabung dalam Satgas P3MBG di tingkat kecamatan.

“Setelah data valid kita cross check data lapangan jumlah SPPG melalui para camat selaku tim satgas kecamatan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, U Kusmana mengaku optimistis Kabupaten Kuningan tidak mengalami persoalan serupa seperti yang terjadi di Cilacap. Selama menjalankan tugas sebagai Ketua Satgas P3MBG dan beberapa kali melakukan peninjauan lapangan, ia meyakini keberadaan SPPG di Kabupaten Kuningan masih sesuai dengan data yang ada.

“Insya Allah Kuningan mudah-mudahan tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Kuningan, Nissa Rahmi, memastikan bahwa seluruh titik SPPG yang saat ini tercatat telah memiliki kepala SPPG masing-masing. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa titik-titik yang terdaftar bukan merupakan lokasi fiktif.

“Dari 183 SPPG sekarang sudah ada kepala SPPG-nya semua jadi tidak ada yang fiktif, mas,” ujar Nissa.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah titik yang belum sepenuhnya dapat dipantau karena masih berada dalam tahap pembangunan. Selain itu, akses terhadap portal mitra yang sebelumnya digunakan untuk memantau perkembangan titik SPPG saat ini sudah tidak dapat diakses.

“Untuk yang masih proses pembangunan, tidak bisa kami pantau karena portal mitra sudah tidak bisa dibuka,” katanya.

Berdasarkan data terakhir sebelum portal tersebut tidak dapat diakses, terdapat sekitar 32 titik SPPG di Kabupaten Kuningan yang masih dalam tahap pembangunan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya dapur fiktif di Kabupaten Kuningan berdasarkan pandangan pribadinya, Nissa memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin menyampaikan pendapat tanpa didukung data yang memadai.

“Saya tidak berkenan untuk berbicara tanpa data, selama portal mitra masih ditutup saya belum bisa menginfokan apapun,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup