Harga Skincare Lebih Mahal Dari Gaji Nakes di Kuningan, Alan: Apa Kata Dunia?

KUNINGANSATU.COM – Gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan publik. Dosen Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), Alan Suwgiri, menilai kondisi ini memperlihatkan ketimpangan yang nyata antara tuntutan profesionalisme nakes dan kesejahteraan mereka. Bahkan, menurut Alan, harga skincare di pasaran kini bisa lebih mahal dibanding gaji bulanan sebagian tenaga kesehatan.

“Saya mendoakan para tenaga kesehatan yang mungkin tidak dibuat kaya oleh gajinya. Semoga keikhlasan dan jasa mereka membuat hati mereka kaya. Tapi apakah mereka bisa terus dipaksa ikhlas? Memangnya bisa beli makanan di pasar dengan keikhlasan?” ujar Alan sambil tersenyum getir, Senin (2/2/2026).

Alan menjelaskan, kesejahteraan tenaga kesehatan bukan hanya soal nominal gaji. Insentif finansial dan non-finansial, kesempatan pengembangan karier, lingkungan kerja yang aman dan nyaman, hingga dukungan psikologis adalah faktor penting agar mereka bisa bekerja optimal. Tanpa itu, kualitas pelayanan kesehatan berisiko menurun, sementara tekanan fisik dan mental nakes terus menumpuk.

Selain itu, pria yang baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai salah satu tokoh inspiratif ini juga menyoroti keseimbangan kerja dan hidup.

Menurutnya, jam kerja yang fleksibel dan waktu istirahat yang cukup tidak boleh diabaikan. Nakes yang kelelahan atau stres tidak hanya berisiko salah prosedur, tetapi juga kehilangan semangat bekerja.

“Tempat kerja yang aman dan nyaman bukan hanya soal fasilitas fisik, tapi juga soal mental. Kalau stres terus, jangan heran kalau salah satu nakes bertanya apakah toner lebih penting daripada makan siang,” kata Alan dengan nada satir.

Ironi semakin terasa ketika Alan membandingkan realita gaji nakes dengan harga skincare premium. Menurutnya, masyarakat menuntut tenaga kesehatan tampil profesional, prima, dan selalu tampak segar, padahal sebagian dari mereka harus menahan diri dari kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekarang kita hidup di masa ketika harga skincare bisa lebih mahal daripada gaji tenaga kesehatan di Kuningan. Apa kata dunia? Kita minta mereka tampil segar dan profesional, padahal gajinya kalah glowing dari harga toner,” sindir Alan.

Alan menekankan bahwa keikhlasan nakes memang mulia, tapi tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan hak mereka. Tenaga kesehatan tetap manusia yang perlu makan, minum, dan hidup layak.

“Keikhlasan itu mulia, tapi jangan harap bisa dicairkan di ATM. Jangan sampai tenaga kesehatan sibuk memikirkan cara beli kebutuhan sehari-hari, sementara mereka seharusnya fokus menjaga kesehatan masyarakat,” tegas Alan.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan. Tanpa perhatian serius terhadap kesejahteraan nakes, pelayanan publik bisa terganggu. Alan menyarankan agar kebijakan terkait gaji, insentif, dan fasilitas kerja lebih diprioritaskan, sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan layanan profesional tanpa harus khawatir dengan kebutuhan dasar.

Selain aspek finansial, Alan menekankan bahwa dukungan psikologis juga penting. Beban kerja yang tinggi, tekanan emosional dari pasien, hingga risiko burnout menjadi tantangan nyata. Menurutnya, tenaga kesehatan yang sehat secara mental akan mampu memberikan pelayanan lebih baik dan menjaga kepuasan pasien.

Alan menutup pernyataannya dengan pesan satir namun jelas dimana masyarakat sering menuntut tenaga kesehatan tampil prima tanpa memperhatikan kondisi nyata mereka. Untuk menciptakan layanan kesehatan yang berkualitas, perhatian terhadap kesejahteraan nakes harus menjadi prioritas.

“Kalau kita ingin pelayanan top, jangan harap bisa mengandalkan keikhlasan saja. Setidaknya, biarkan mereka tetap bisa makan siang dan beli toner tanpa harus memilih salah satu,” pungkas Alan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kesejahteraan tenaga kesehatan. Tanpa perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat, ironinya mereka diharapkan tampil prima, sementara kebutuhan hidup sehari-hari justru terbatas.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup