Bupati Dian Ingin Masjid Kembali Ramai, Gerakan Maghrib Mengaji Diluncurkan di Nusaherang
KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Nusaherang yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Kecamatan Nusaherang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi MTQ, tetapi juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Maghrib Mengaji, program Daurah Imam Masjid dan Musholla, serta aksi kepedulian lingkungan melalui penanaman pohon.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki nilai strategis, tidak sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan syiar Islam dan pembinaan karakter masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari kemeriahan acara atau perolehan juara, melainkan dari dampaknya terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Salah satunya terlihat dari semakin aktifnya masjid dan musholla serta tumbuhnya kebiasaan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Keberhasilan MTQ bukan hanya pada seremoninya, tetapi bagaimana setelah kegiatan ini, masjid dan musholla semakin hidup dengan Gerakan Maghrib Mengaji,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari penggunaan gawai yang berlebihan, maraknya judi online dan pinjaman daring, hingga persoalan sosial seperti meningkatnya angka perceraian. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian dan kolaborasi semua pihak.
Dalam hal ini, ia menilai Gerakan Maghrib Mengaji menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Dian mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali budaya mengaji setelah waktu Maghrib, baik di lingkungan keluarga, masjid, maupun musholla.
Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tokoh agama, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara luas.
Selain itu, Bupati juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas imam dan khatib melalui program pembinaan atau daurah yang turut digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia berharap para imam dan khatib dapat menyampaikan dakwah yang menyejukkan serta mampu menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut mengapresiasi gerakan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya dalam menghadapi dampak alih fungsi lahan dan berkurangnya kawasan hijau.
Masukan dari masyarakat juga langsung direspons Bupati, terutama terkait kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) serta perbaikan akses jalan menuju pondok pesantren. Ia meminta pihak kecamatan dan desa segera menindaklanjuti dengan pendataan titik lokasi yang membutuhkan penanganan.
Sementara itu, pihak panitia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Kuningan beserta jajaran. Mereka menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini dikemas lebih luas, tidak hanya MTQ, tetapi juga penguatan program keagamaan dan lingkungan.
Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar sendiri diketahui menaungi lebih dari 300 santri putra dan putri, dengan capaian 24 santri yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an. Sejumlah alumni juga telah melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, termasuk Mesir, Yaman, dan Turki.
Dalam MTQ tahun ini, diperlombakan tiga cabang utama, yakni Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Tilawah, dan Murottal. Kecamatan Nusaherang menyatakan siap berpartisipasi penuh dalam ajang MTQ tingkat Kabupaten Kuningan mendatang.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Nusaherang, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, peserta MTQ, serta masyarakat setempat yang ikut memeriahkan kegiatan.
















