Evakuasi Mayat di Gunung Ciremai: Tim Gabungan Diterjunkan Lewat Jalur Ekstrem Linggajati

KUNINGANSATU.COM,- Upaya evakuasi jasad yang ditemukan di kawasan Puncak Gunung Ciremai, tepatnya di Blok Sangiang Uruy, mulai dilakukan Kamis (30/10/2025) pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan petugas gabungan memulai pendakian melalui jalur Linggajati, yang dikenal sebagai jalur paling ekstrem dengan kontur menanjak dan tegakan tinggi.

Kapolres Kuningan AKBP Akbar memimpin apel pelepasan tim sebelum pendakian dimulai. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya koordinasi dan kewaspadaan di lapangan mengingat kondisi jalur yang cukup berat.

“Untuk proses evakuasi korban di puncak Ciremai, kami menerjunkan sekitar 60 personel gabungan,” ujar Sainin RA Taruna, Dewan Penasehat Kompepar (Kelompok Penggerak Pariwisata) Linggajati kepada media.

Menurut Sainin, peristiwa penemuan jasad di kawasan puncak Gunung Ciremai ini merupakan kejadian pertama sepanjang tahun 2025. Meski begitu, jalur Linggajati memang kerap digunakan sebagai akses utama untuk evakuasi korban di area puncak.

“Dari hasil rapat koordinasi tadi malam, evakuasi dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian, BPBD, BTNGC, hingga relawan LSM AKAR (Aktivitas Anak Rimba). Polisi juga turut mendampingi untuk penyelidikan penyebab kematian korban,” jelasnya.

Adapun komposisi tim evakuasi terdiri dari 15 personel Polres Kuningan, 7 dari BPBD, 10 dari LSM AKAR, 10 dari tim inti, serta lebih dari 10 relawan independen yang turut membantu di lapangan.

Sebelumnya, Sainin juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan antarinstansi, penanganan jenazah ini melibatkan unsur pemerintah dan lembaga terkait.

“Hasil rapat koordinasi menyepakati pelaksanaan evakuasi pada Kamis pagi. Dari Rangers Linggajati ada 5 orang, sisanya dari BPBD, BTNGC, dan LSM AKAR,” terangnya.

Lebih lanjut, Sainin menduga korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang bukan pendaki resmi.

“Korban diduga ODGJ dan bukan pengunjung biasa. Dugaan sementara, korban meninggal akibat hipotermia atau kedinginan ekstrem di puncak,” tambahnya.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan dikerubuti belatung, dengan pakaian berupa sarung dan sepasang sandal hitam. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga dan komunitas pendaki di Kuningan.Sementara itu, Kapolsek Cilimus AKP Faisal mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi intensif terkait teknis evakuasi.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan detail di lapangan,” ujarnya.

BPBD Kuningan mengonfirmasi, penanganan ini dilakukan setelah menerima laporan resmi dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mengenai temuan jasad tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Rosaura

    Hey there, I think your website might be having browser compatibility issues.
    When I look at your website in Chrome, it looks fine but when opening in Internet
    Explorer, it has some overlapping. I just wanted to give you a quick
    heads up! Other then that, wonderful blog!

    Feel free to surf to my web blog; fintechbase

    Reply
Sudah ditampilkan semua
Tutup