Doa Ibu yang Menguatkan, Refleksi Hangat Alan Suwgiri di Hari Ibu ke-97

KUNINGANSATU.COM,- Hari Ibu ke-97 yang diperingati pada 22 Desember 2025 menjadi momen penuh makna bagi tokoh muda Kabupaten Kuningan, Alan Suwgiri. Bagi Alan, Hari Ibu bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan ruang untuk kembali mengingat rumah, orang tua, dan doa-doa yang selama ini bekerja dalam diam. Ia meyakini bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa dalam perjalanan hidup.

Alan mengungkapkan bahwa saat orang lain belum bisa mendengar, belum bisa melihat, belum bisa merasakan tapi ibu sudah bisa merasakan gerakan kita dalam kandungan, tanganya langsung mengelus perut, dari sejak itulah ibu sudah mendo’akan kita, dan itu sebagai bukti begitu sayangnya ibu kepada kita.

“Ibu itu sudah mendo’akain kita sejak dalam kandungan. Doa ibu lebih mustajab dibandingkan doa yang lainnya,” ucap Alan, mengulang keyakinan yang telah lama tertanam sejak kecil.

Sejak kecil, Alan terbiasa meminta doa dan restu orang tua sebelum melakukan apa pun. Bahkan untuk hal-hal sederhana seperti menghadapi ulangan atau memulai aktivitas harian, ia selalu meminta air terlebih dahulu kepada orang tua. Kebiasaan tersebut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kesadaran bahwa setiap langkah hidup sebaiknya dimulai dengan izin dan keberkahan.

“Setiap kali mau ujian di sekolah atau melakukan aktivitas apa pun, saya selalu minta air dulu kepada orang tua,” tuturnya.

Pesan orang tua juga menjadi pegangan Alan dalam menjalani hari-harinya. Ia masih mengingat betul ajaran sederhana yang selalu disampaikan setiap kali hendak keluar rumah. Melangkahkan kaki sambil menyebut nama Allah, baginya, adalah cara untuk menata niat dan menenangkan batin sebelum menghadapi dunia.

“Dalam setiap hendak beraktivitas atau keluar rumah, saya diajarkan membaca Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adzim,” katanya.

Pria yang baru saja mendapatkan penghargaan Person Of The Years ini mengatakan bahwa ibu bukan hanya sosok yang melahirkan dan merawat, tetapi juga penjaga nilai dan penuntun arah kehidupan. Banyak pesan ibu yang baru benar-benar dipahami ketika seseorang telah berjalan jauh dari rumah. Di situlah doa dan nasihat orang tua terasa paling dekat, meski jarak telah terbentang.

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan, Alan menilai Hari Ibu seharusnya menjadi momen untuk melambat sejenak, menengok ke belakang, dan mengucapkan terima kasih. Bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui sikap hidup yang tetap setia pada nilai-nilai yang diajarkan sejak kecil.

Refleksi Alan Suwgiri ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap langkah manusia, selalu ada doa ibu yang mengiringi. Doa yang mungkin tak terdengar, tetapi setia menjaga, menguatkan, dan menuntun, bahkan ketika seorang anak telah berjalan jauh dari pelukan rumah.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup