Diskatan Kuningan Gerak Cepat Kendalikan Hama Padi, Gerdal OPT Digelar Serentak di 7 Kecamatan

KUNINGANSATU.COM,- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan bergerak cepat merespons potensi serangan hama dan penyakit tanaman padi. Dalam satu hari, Rabu (21/1/2026), Diskatan menggelar tujuh kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara serentak di sejumlah kecamatan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif dan pengendalian terpadu untuk menjaga produktivitas padi sekaligus menekan risiko gagal panen di berbagai wilayah sentra pertanian.
Salah satu kegiatan utama dipusatkan di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung. Di lokasi ini, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., memimpin langsung Gerdal OPT hama tikus pada lahan persawahan seluas sekitar 10 hektare. Kegiatan tersebut melibatkan UPTD Brigade Proteksi, UPTD KPP Cipicung, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani dari Kelompok Tani (Poktan) Gempol I.
Dr. Wahyu menegaskan, pengendalian hama tikus tidak dapat dilakukan secara parsial apalagi hanya mengandalkan racun. Menurutnya, keberhasilan pengendalian sangat ditentukan oleh kebersamaan petani dalam satu hamparan serta penerapan metode terpadu dan berkelanjutan.
“Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara serentak, terpadu, dan berkelanjutan sejak pra tanam hingga awal pertanaman. Pencegahan menjadi kunci agar populasi hama dapat ditekan tanpa merusak keseimbangan lingkungan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pengendalian dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari mekanis seperti gropyokan serentak, pemasangan perangkap, hingga perusakan sarang. Selain itu, pengendalian kultur teknis juga diterapkan melalui tanam serempak, menjaga kebersihan pematang dan saluran air, serta pengelolaan sisa jerami.
Diskatan juga mendorong pemanfaatan pengendalian biologis dengan musuh alami, seperti burung hantu melalui pembangunan rubuha. Sementara penggunaan rodentisida dilakukan secara terbatas dan selektif, khususnya pada kondisi serangan berat, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan.
Selain di Cipicung, enam kegiatan Gerdal OPT lainnya juga dilaksanakan secara bersamaan di wilayah berbeda. Di antaranya pengendalian OPT padi blas dan BLB di Kecamatan Karangkancana dan Cibingbin, pengendalian blas di Kecamatan Ciwaru, serta pengendalian penggerek batang padi (PBP) di Kecamatan Hantara, Luragung, dan Cibeureum dengan total luasan puluhan hektare.
Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh UPTD Brigade Proteksi bersama jajaran teknis, POPT, UPTD KPP sesuai wilayah, serta petani setempat.
Menurut Dr. Wahyu, pelaksanaan Gerdal OPT secara serentak terbukti efektif menekan perkembangan hama dan penyakit tanaman, menjaga stabilitas produksi padi, serta meminimalkan risiko puso. Seluruh upaya pengendalian dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengedepankan ketepatan metode dan keseimbangan ekosistem.
Di sela kegiatan, Kepala Diskatan juga berdialog langsung dengan petani untuk menyerap aspirasi dan kondisi lapangan sekaligus memberikan motivasi agar petani tetap optimistis menjaga pertanaman padi.
“Sinergi antara pemerintah daerah, petugas teknis, dan petani menjadi kunci utama. Dengan kebersamaan, ancaman OPT bisa ditekan dan produktivitas pertanian Kuningan tetap terjaga,” pungkasnya.


















