Cuitan Resbob Ancam Persatuan, MPK Bereaksi Keras!
KUNINGANSATU.COM,- Aktivis Masyarakat Peduli Kuningan (MPK), Johan yang atau yang akrab disapa Kenzo, mengecam keras cuitan viral Youtuber Resbob yang dinilai mengandung ujaran bernuansa SARA dan menghina suku Sunda. Pernyataan tersebut disebut telah mencederai semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Kenzo, ujaran yang merendahkan identitas suku tertentu bukan sekadar persoalan personal, melainkan ancaman serius bagi harmoni sosial. Ia menilai narasi semacam itu berpotensi membangkitkan kembali primordialisme sempit yang berbahaya bagi persatuan bangsa.
“Ujaran yang menghina dan merendahkan suku Sunda ini sangat meresahkan. Bukan hanya melukai martabat masyarakat Sunda, tetapi juga mencederai nilai kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman,” tegas Kenzo, Sabtu (13/12/2025).
MPK, lanjut Kenzo, mengecam keras segala bentuk ujaran maupun respons yang bernuansa penghinaan terhadap suku Sunda maupun suku-suku lainnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa ruang digital tidak boleh menjadi arena bebas untuk menyebarkan kebencian atas nama kebebasan berekspresi.
Seiring dengan gelombang pelaporan yang terjadi di berbagai daerah, Kenzo menyatakan bahwa MPK menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan profesional guna memberikan efek jera.
“Kami percaya kepada kepolisian untuk memproses kasus ini secara adil dan tegas, agar tidak muncul lagi ‘Resbob-Resbob’ lainnya yang memproduksi ujaran kebencian,” ujarnya.
Kenzo juga menegaskan bahwa masyarakat Sunda hidup dan tumbuh dalam nilai-nilai luhur seperti silih asah, silih asih, silih asuh, yang memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk saling merendahkan. Dalam falsafah Sunda, dikenal ungkapan, ‘ulah ngahina batur, sabab ngahina batur sarua jeung ngahina diri sorangan’.
Ia mengingatkan bahwa ujaran bernuansa SARA merupakan bahaya nyata bagi kehidupan sosial karena dapat memecah persaudaraan, menumbuhkan kebencian, serta memicu konflik yang merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu, kebebasan berpendapat tidak boleh dijadikan dalih untuk menyebarkan penghinaan.
“Tanah Sunda sejak dahulu dikenal sebagai tanah yang someah hade ka semah, terbuka dan menghormati siapa pun. Nilai-nilai ini harus terus dijaga,” kata Kenzo.
Di akhir pernyataannya, Kenzo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menjaga etika berbahasa, serta mengedepankan akal sehat dan nurani dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Menjaga kehormatan satu suku berarti menjaga kemanusiaan dan keutuhan bangsa. Mari kita jaga tangan dan lisan kita agar ruang publik tetap sehat, bermartabat, dan beradab,” pungkasnya.***
















