Menindaklanjuti Arahan Bupati, Camat Cigugur Akan Kumpulkan Pelaku Usaha Wisata
KUNINGANSATU.COM, – Pemerintah Kecamatan Cigugur mulai bergerak menindaklanjuti arahan Bupati Kuningan terkait persoalan saluran air di kawasan wisata yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah pelaku usaha wisata, mulai dari pengelola objek wisata, vila, kafe hingga rumah makan bakal dikumpulkan untuk membahas revitalisasi saluran air secara bersama-sama.
Langkah tersebut disampaikan Camat Cigugur, Yono Rahmansah, usai adanya kunjungan langsung Bupati Kuningan ke lokasi beberapa waktu lalu.
Menurut Yono, hasil peninjauan di lapangan menemukan adanya persoalan saluran air yang membentang di area permukiman dan kawasan wisata. Kondisi itu dinilai perlu segera dibenahi agar aliran air kembali normal dan tidak memicu persoalan lingkungan.
“Bupati kemarin meninjau langsung ke lokasi. Dari situ ada beberapa temuan di lapangan, salah satunya terkait saluran air. Maka ada rencana revitalisasi saluran,” ujar Yono saat ditemui di Kantor Kecamatan Cigugur, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, pembenahan tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pemilik usaha wisata juga diminta ikut terlibat membersihkan dan memperbaiki saluran air yang berada di depan area usahanya masing-masing.
Menurutnya, pola kolaborasi diperlukan karena pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan tenaga. Sementara para pelaku wisata juga dinilai ikut menikmati dampak ekonomi dari keberadaan kawasan tersebut.
“Minimal saluran di depan tempat usahanya bisa dinormalisasi. Syukur-syukur mereka juga bisa membantu lebih jauh. Jadi ini gerakan bersama,” katanya.
Rencananya, pertemuan dengan para pelaku wisata akan digelar di Bale Desa pada Rabu (20/5/2026) pukul 10.00 WIB. Undangan disebut telah disebarkan oleh pemerintah desa kepada para pelaku usaha di kawasan terdampak.
Yono menyebut, pembahasan awal akan difokuskan pada jalur saluran air yang berasal dari kawasan Ipukan dan sukageri .
“Nanti akan dipaparkan pembagian peran. Mana yang menjadi tanggung jawab dinas, kecamatan, desa, hingga kontribusi dari pelaku wisata,” ujarnya.
Adapun pelaku usaha yang diundang meliputi pengelola objek wisata, vila, rumah makan, hingga kafe yang berada di kawasan sekitar Ipukan dan Sukageuri. Pemerintah berharap revitalisasi saluran air tersebut dapat berjalan cepat dan menjadi solusi bersama demi menjaga kawasan wisata tetap nyaman dan tertata.
















