Bimtek Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Rina Saadah Dorong Ketahanan Pangan Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Anggota Komisi IV DPR RI Rina Saadah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kuningan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Kegiatan yang digelar di Saung Ema Senin (20/10/2025) ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas petani, tetapi juga disertai dengan penyerahan bantuan pupuk, bibit, dan doorprize sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelaku tani.

Dalam sambutannya, Rina Saadah menegaskan bahwa tata kelola pupuk bersubsidi harus diawasi secara ketat, baik dari sisi manajemen maupun kandungan gizinya.

“Program ini harus berjalan aman, sehat, dan nyaman. Pengawasan perlu dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari Pemda, DPRD, hingga tokoh masyarakat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan tidak menimbulkan persoalan seperti keracunan atau kekurangan gizi akibat kualitas pupuk yang buruk,” ujarnya.

Politisi muda yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Tani HKTI ini menilai kemudahan akses terhadap sarana pertanian merupakan kunci peningkatan produksi pangan. Ia mencontohkan program MBG (Merdeka Bertani, Gerakan Swasembada Pangan) sebagai salah satu langkah strategis yang mampu menyerap hasil tani serta membuka kolaborasi antara petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Lebih lanjut, Rina mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian terus menyalurkan berbagai bentuk bantuan ke daerah, termasuk alat dan mesin pertanian (Alsintan) seperti pompa air dan traktor, serta bibit dan kemudahan akses pupuk.

“Bantuan ini harus tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing agar benar-benar memberi dampak langsung bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Menyinggung kiprahnya di HKTI, Rina menyebut bahwa pasca reyunifikasi organisasi, HKTI kini lebih fokus dalam memberikan pendampingan dan kemudahan akses sarana pertanian. Ia berharap HKTI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengawasan serta penyaluran program pertanian.

“Kami ingin HKTI benar-benar hadir untuk petani, bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai kekuatan pendamping yang nyata,” tandasnya.

Melalui kegiatan Bimtek tersebut, Rina Saadah berharap para petani di Kuningan semakin memahami pentingnya tata kelola pupuk bersubsidi yang baik, serta mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup