Bimtek SatuMu di UM Kuningan, Muhammadiyah Siapkan Gebrakan Digital
KUNINGANSATU.COM,- Muhammadiyah terus berbenah menghadapi perkembangan teknologi. Di Kabupaten Kuningan, upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan).
Kegiatan ini mempertemukan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuningan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Majelis Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (MPI), hingga pengelola sistem digital Muhammadiyah.
Bimtek tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman sekaligus mendorong PCM di Kabupaten Kuningan agar mulai menerapkan sistem digital secara lebih terintegrasi dalam pengelolaan organisasi.
Rektor UM Kuningan, Dr. Apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyatakan dukungan kampus terhadap berbagai program Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki peran lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam mendukung penguatan organisasi.
Ia menilai penerapan SatuMu dapat membantu Persyarikatan dalam mengelola data secara lebih tertata, cepat, dan efektif.
“UM Kuningan akan terus bersinergi dengan Persyarikatan. Perguruan tinggi Muhammadiyah bukan hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga bagian dari penguatan gerakan dan tata kelola organisasi,” ujarnya.
Ketua PDM Kuningan, Dr. KH. M. Empi Adrapi, turut mengapresiasi pelaksanaan Bimtek SatuMu. Ia mengatakan perkembangan teknologi tidak bisa dihindari sehingga Muhammadiyah perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
Menurut Empi, memasuki abad kedua Persyarikatan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
“Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat kerja organisasi, bukan menjadi hambatan dalam menjalankan program Persyarikatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Hermawan, M.Si., yang membawahi LPCRM, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengelola Persyarikatan dengan seluruh PCM.
Ia berharap Bimtek tidak berhenti sebatas penyampaian materi. Setelah kegiatan, setiap PCM diharapkan memiliki langkah yang sama dalam menerapkan sistem digital Muhammadiyah.
“Kita tidak cukup hanya mengetahui perkembangan teknologi. Kita harus mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan menggunakannya untuk memperkuat Persyarikatan,” tegas Hermawan.
Salah satu materi utama yang dibahas dalam Bimtek adalah penerapan SatuMu. Platform digital tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data Muhammadiyah, mulai dari data keanggotaan, aset, hingga informasi organisasi dalam satu sistem.
Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan data diharapkan tidak lagi berjalan secara terpisah. Hal itu sekaligus dapat memudahkan koordinasi antara tingkat daerah, cabang, hingga unsur Persyarikatan lainnya.
Bimtek juga membahas penerapan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) elektronik. Sejumlah PCM yang belum menggunakan sistem tersebut didorong untuk mengikuti penerapan KTAM elektronik agar data keanggotaan dapat terhubung dengan platform SatuMu.
Selain materi terkait transformasi digital, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Bank Danamon melalui materi bertajuk “Syariah untuk Muhammadiyah”.
Materi tersebut membahas layanan keuangan berbasis syariah sekaligus peluang sinerginya dengan kebutuhan warga Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah.
Pelaksanaan Bimtek SatuMu di UM Kuningan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapan Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Kuningan dalam menghadapi perubahan teknologi.
Bagi Muhammadiyah, transformasi digital bukan sekadar memindahkan administrasi ke sistem elektronik. Lebih dari itu, integrasi data dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membuat kerja organisasi menjadi lebih efektif, terukur, dan mudah dikoordinasikan.
Dengan keterlibatan PCM serta unsur Persyarikatan lainnya, penerapan SatuMu diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan merata sehingga teknologi benar-benar menjadi bagian dari penguatan gerakan Muhammadiyah di Kuningan.















