Dulu ‘Ngahuleng’, Kini ‘Riweuh’! Pengunjung Puspa Langlangbuana Membludak

KUNINGANSATU.COM,- Upaya penataan kawasan kuliner di Puspa Langlangbuana mulai menunjukkan hasil signifikan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah berhasil meningkatkan omzet para pedagang kaki lima (PKL), terutama setelah hadirnya wahana hiburan rakyat berupa pasar malam.

Bupati Dian mengatakan, keluhan para PKL terkait menurunnya omzet menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai kajian dilakukan bersama Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin), Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP, guna mencari solusi yang tepat.

“Awalnya banyak keluhan omzet menurun. Kita lakukan penataan, mulai dari penyediaan meja, kursi, panggung hiburan, hingga penataan tenda. Ternyata sentuhan kecil ini berdampak besar. Pengunjung semakin ramai,” ujarnya saat di wawancara di sela kunjungan Sabtu (18/4/2026) .

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan dari paguyuban pedagang, omzet kini mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pemerintah daerah tidak berhenti sampai di situ. Untuk lebih menggairahkan kawasan tersebut, dihadirkan wahana hiburan rakyat berupa pasar malam yang menyasar keluarga dan anak-anak.

“Ini hiburan rakyat yang murah meriah. Saya yakin ini bisa semakin mendorong omzet PKL di Puspa Langlangbuana,” tambahnya.

Selain peningkatan ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan kawasan agar tetap nyaman bagi pengunjung.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Puspa Langlangbuana, Khaerul, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai konsisten dalam mendukung para pedagang. Ia menyebutkan, ini merupakan kunjungan kedua Bupati sejak peresmian kawasan tersebut pada 28 Maret lalu.

“Alhamdulillah, setelah diresmikan, sekarang ada inovasi lagi berupa pasar malam. Ini sangat membantu meningkatkan kunjungan,” kata Khaerul.

Ia menjelaskan, pasar malam yang digelar saat ini difokuskan pada wahana permainan anak-anak, sementara sektor kuliner tetap menjadi daya tarik utama. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan hingga pertengahan Mei 2026.

Dari sisi jumlah pedagang, Khaerul menyebutkan terjadi peningkatan pesat. Jika sebelumnya hanya tersisa tujuh pedagang, kini telah berkembang menjadi 35 pedagang aktif, dengan potensi terus bertambah.

“Banyak yang ingin bergabung. Kalau tempat memungkinkan, bisa kembali ke angka semula sekitar 70 pedagang,” ujarnya.

Lonjakan juga terjadi pada pendapatan pedagang. Jika sebelumnya omzet harian berkisar Rp20 ribu hingga Rp100 ribu, kini pada malam minggu rata-rata pedagang bisa meraup lebih dari 1 juta.

“Alhamdulillah, peningkatannya luar biasa. Ini sangat kami rasakan manfaatnya,” ucapnya.

Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, pemerintah daerah berencana mengembangkan konsep serupa di sejumlah titik lain, seperti Puspa Siliwangi dan kawasan taman kota, guna memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup