Dua Dekade Mengabdi, Sarnadi Tutup Lembar Pengabdian, Gewok Kehilangan Sosok Bersahaja

KUNINGANSATU.COM -Suasana berbeda terasa di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Rabu (15/04/2026). Bukan karena keramaian, melainkan nuansa haru yang menyelimuti momen perpisahan salah satu perangkat desa yang telah lama mengabdi, Sarnadi.
Di pagi yang penuh makna itu, Sarnadi menutup perjalanan panjangnya setelah 20 tahun menjadi bagian dari pemerintahan desa. Rasa bangga, haru, dan kehilangan bercampur dalam satu suasana yang tak mudah dilupakan oleh para perangkat desa maupun warga yang hadir.
Lahir pada 5 Maret 1966, Sarnadi dikenal luas sebagai sosok yang konsisten mengabdi untuk masyarakat Desa Gewok. Perjalanannya tidak dimulai dari jabatan formal, melainkan dari keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan desa yang menjadi titik awal tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pada tahun 2006, ia resmi bergabung sebagai perangkat desa dengan menjabat Kaur Umum. Seiring waktu, kepercayaan terhadapnya terus meningkat. Ia kemudian dipercaya mengisi posisi Kasi Pemerintahan hingga akhirnya menjabat Sekretaris Desa selama sepuluh tahun terakhir, dari 2016 hingga 2026.
Selama dua dekade pengabdiannya, Sarnadi tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika dan perjalanan pembangunan desa. Baginya, kantor desa bukan sekadar tempat bekerja, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupannya.
“Tempat ini telah menjadi seperti rumah kedua bagi saya, dan rekan-rekan semua sudah seperti keluarga sendiri,” ucapnya dalam sambutan perpisahan.
Dalam kesempatan tersebut, Sarnadi menyampaikan rasa syukur karena dapat mengakhiri masa tugas dalam keadaan sehat. Ia juga mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama selama bertugas.
“Setiap suka dan duka, tantangan, serta pengalaman yang telah kita lalui bersama, telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan, sebagai bentuk refleksi dan kerendahan hati di akhir masa pengabdiannya.
Kepala Desa Gewok, Iis Agustiani, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Sarnadi selama ini. Menurutnya, sosok Sarnadi tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparatur desa, tetapi juga memberikan teladan bagi lingkungan kerja.
“Dedikasi, kerja keras, dan sumbangsih beliau akan selalu menjadi kenangan indah serta inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya.
Bagi Pemerintah Desa Gewok, purnabakti Sarnadi menjadi momen penting dalam perjalanan organisasi. Pergantian posisi tidak sekadar administratif, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya pengabdian panjang seorang figur yang telah memberi banyak kontribusi.
Kini, estafet pengabdian berlanjut kepada generasi berikutnya. Harapan pun disematkan agar ketulusan, tanggung jawab, dan kebersamaan yang telah ditanamkan Sarnadi tetap terjaga dan berkembang dalam pelayanan kepada masyarakat.
Meski tak lagi tercatat dalam struktur pemerintahan desa, nama Sarnadi akan tetap hidup dalam ingatan dan perjalanan Desa Gewok ke depan.***
















